Hari Jadi ke-76 Kalsel Digelar Sederhana, Muhidin: Tak Ada Lagi Baju Adat Banjar, Cukup Jas

oleh -758 Dilihat
Foto Istimewa

INIBERITA.id, BANJARBARU – Persiapan peringatan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan memasuki tahap final. Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin memastikan seluruh rangkaian kegiatan telah dimatangkan, termasuk agenda puncak yang dijadwalkan berlangsung pada 13 Agustus 2026.

Hal tersebut disampaikan Muhidin seusai memimpin rapat finalisasi persiapan Hari Jadi ke-76 Kalsel di Banjarbaru, Rabu (5/8/2026).

Puncak peringatan Hari Jadi Kalsel tahun ini tidak hanya menjadi momentum perayaan hari jadi provinsi, tetapi juga dirangkaikan dengan peresmian Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari yang berada di kawasan Kompleks Perkantoran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru.

“Ini kita rapat finalisasi Hari Jadi yang akan kita laksanakan tanggal 13 Agustus minggu depan, sekaligus meresmikan Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan,” ujar Muhidin.

Menurutnya, sekitar 2.000 undangan diperkirakan akan menghadiri rangkaian kegiatan tersebut. Para tamu berasal dari berbagai unsur, mulai dari tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, hingga pejabat pemerintah pusat.

“Undangan ada sekitar 2.000 orang. Ada tokoh masyarakat, Aisyiyah, beberapa menteri, dan tamu undangan lainnya,” katanya.

Berbeda dari pelaksanaan Hari Jadi pada tahun-tahun sebelumnya, peringatan ke-76 tahun ini akan dikemas lebih sederhana. Pemerintah Provinsi Kalsel memilih mengurangi aspek seremonial dengan mempertimbangkan efisiensi sekaligus kondisi musim kemarau yang sedang berlangsung.

“Tidak ada yang unik tahun ini karena kita memilih sederhana. Saat ini juga musim panas dan kita sekalian meresmikan masjid, sehingga pelaksanaannya dibuat sederhana,” jelas Muhidin.

Salah satu bentuk penyederhanaan tersebut terlihat dari pakaian yang dikenakan para pejabat dan tamu undangan. Pemprov Kalsel tidak lagi menyediakan pakaian adat Banjar khusus seperti pada pelaksanaan sebelumnya.

Muhidin mengatakan, seluruh pejabat dan tamu undangan nantinya cukup mengenakan jas. Menurutnya, pilihan tersebut dinilai lebih praktis karena dapat digunakan kembali dalam berbagai kegiatan resmi lainnya.

“Biasanya kita membuat pakaian Banjar, tetapi tahun ini tidak ada. Kita hanya menggunakan jas karena lebih bermanfaat, bisa dipakai kembali untuk kegiatan yang akan datang. Jadi kita berusaha membantu sejauh yang mungkin dan memberikan manfaat,” tuturnya.

Dengan konsep yang lebih sederhana, Pemprov Kalsel tetap memastikan peringatan Hari Jadi ke-76 berlangsung khidmat dan bermakna. Momentum tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, tetapi juga memperkuat kebersamaan masyarakat sekaligus ditandai dengan hadirnya fasilitas ibadah baru melalui peresmian Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari. (adv/iniberita)