Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari Diresmikan, Muhidin Dorong Jadi Islamic Center Pemprov Kalsel

oleh -484 Dilihat
Foto Istimewa

INIBERITA.id, BANJARBARU – Puncak peringatan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2026 diwarnai dengan peresmian Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari yang berada di Kawasan Perkantoran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (13/8/2026).

Peresmian dilakukan langsung oleh Gubernur Kalsel H. Muhidin didampingi Wakil Gubernur Kalsel Hasnuryadi Sulaiman. Prosesi ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur H. Muhidin, disaksikan jajaran pejabat Pemprov Kalsel serta para tamu undangan.

Kehadiran masjid tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah bagi aparatur sipil negara (ASN), tetapi juga berkembang menjadi pusat kegiatan keagamaan, pembinaan mental dan spiritual di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalsel.

Dalam sambutannya, H. Muhidin menyampaikan apresiasi kepada mantan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor atau Paman Birin yang sebelumnya telah menganggarkan pembangunan masjid tersebut.

“Terima kasih kepada mantan gubernur, Paman Birin, yang dulunya menganggarkan dan menjadikan masjid ini,” ujar H. Muhidin.

Ia kemudian meminta seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemprov Kalsel ikut memakmurkan masjid dengan meningkatkan pelaksanaan ibadah secara berjamaah.

Menurutnya, kegiatan salat berjamaah dapat dilakukan secara bergiliran oleh masing-masing SKPD, khususnya pada waktu Zuhur, Asar hingga Magrib. Sementara pada hari Jumat, seluruh jajaran Pemprov Kalsel diminta turut meramaikan masjid tersebut.

“Khusus hari Jumat, saya minta seluruhnya memakmurkan masjid ini,” tegasnya.

Tak berhenti pada fungsi sebagai tempat ibadah, H. Muhidin juga mendorong agar Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari dikembangkan sebagai pusat kegiatan keislaman di kawasan pemerintahan.

Bahkan, ia mengusulkan kawasan masjid tersebut ke depan dapat diarahkan menjadi Islamic Center, sehingga berbagai kegiatan keagamaan, termasuk pembinaan mental dan spiritual bagi jajaran pemerintah daerah, dapat dipusatkan di lokasi tersebut.

“Masjid ini kita jadikan juga sekalian Islamic Center, supaya kegiatan-kegiatan keagamaan bisa kita meriahkan di sini,” katanya.

H. Muhidin menilai penguatan nilai-nilai keagamaan memiliki peran penting dalam membentuk karakter aparatur pemerintahan. Ia berharap keberadaan masjid dapat mendorong lahirnya ASN yang tidak hanya profesional dalam menjalankan tugas, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial dan landasan spiritual yang kuat.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Kalsel juga mengingatkan pentingnya menjaga toleransi serta kerukunan antarumat beragama. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk saling menghormati dan tidak merendahkan keyakinan pemeluk agama lain.

“Jangan menghina agama lain. Siapa tahu ada petunjuk dan anugerah,” pesannya.

Menurut H. Muhidin, peresmian masjid yang bertepatan dengan momentum Hari Jadi ke-76 Kalsel diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan pemerintahan yang lebih religius sekaligus membawa keberkahan bagi daerah dan masyarakat.

“Mudah-mudahan kita semua yang belum salat menjadi rajin salat. Mudah-mudahan dengan adanya masjid ini kita semua menjadi lebih rajin beribadah,” harapnya.

Untuk mendukung keberlangsungan aktivitas masjid, Pemprov Kalsel juga menyiapkan dukungan terhadap operasional dan pengelolaannya. Ke depan, badan pengelola masjid akan ditetapkan agar berbagai kegiatan keagamaan dapat berjalan secara terarah, aktif dan berkelanjutan.

Dengan diresmikannya Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, Kawasan Perkantoran Pemprov Kalsel diharapkan tidak hanya menjadi pusat administrasi pemerintahan, tetapi juga berkembang sebagai ruang pembinaan keagamaan dan sosial.

Masjid tersebut sekaligus diproyeksikan menjadi salah satu ikon baru kawasan perkantoran Pemprov Kalsel, dengan semangat memperkuat lingkungan pemerintahan yang religius, harmonis dan berakhlak.
(adv/iniberita)