INIBERITA.id, BANJARMASIN – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Banjarmasin mengalami peningkatan di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut menjadi perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, terlebih di tengah meningkatnya kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi memengaruhi kualitas udara.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Yanuar Diansyah, mengatakan peningkatan keluhan ISPA terpantau hampir di seluruh pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) di Kota Banjarmasin.
“Memang berdasarkan data, seluruh puskesmas mendapatkan keluhan masyarakat yang mengalami ISPA. Namun, jumlahnya cukup tinggi di beberapa puskesmas,” jelas Yanuar, Sabtu (22/8/2026).
Ia menyebutkan, salah satu wilayah dengan jumlah kasus yang cukup tinggi berada di Puskesmas Cempaka dengan 136 kasus dalam sepekan.
Selain itu, peningkatan juga tercatat di Puskesmas Pekauman dengan 139 kasus per minggu dan Puskesmas Banjarmasin Selatan sebanyak 133 kasus dalam sepekan.
Menurut Yanuar, tingginya keluhan ISPA di wilayah Banjarmasin Selatan perlu menjadi perhatian karena kawasan tersebut berdekatan dengan lokasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
“Dari hasil data yang saya dapat, paling banyak berada di wilayah Banjarmasin Selatan. Sebab, mereka dekat dengan lokasi kejadian kebakaran hutan,” ujarnya.
Mengantisipasi meningkatnya jumlah warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan, Dinkes Banjarmasin juga telah melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan ketersediaan obat-obatan, baik di puskesmas maupun fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.
Yanuar menegaskan, kesiapsiagaan terhadap penyakit ISPA sebenarnya telah dilakukan sejak sebelum memasuki kondisi seperti saat ini. Pasalnya, persoalan ISPA yang berkaitan dengan kondisi lingkungan dan kabut asap berpotensi terjadi setiap tahun saat musim kemarau.
“Sebelum terjadi hal ini, kami dan pihak lainnya selalu lebih dulu siap siaga menyediakan obat-obatan, terutama untuk penyakit ISPA. Sebab, kejadian seperti ini selalu terjadi setiap tahunnya,” ungkapnya.
Selain memastikan ketersediaan obat, Dinkes Kota Banjarmasin juga menyiapkan langkah pencegahan dengan membagikan masker kepada masyarakat.
Kebijakan tersebut dilakukan menindaklanjuti arahan Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin, dengan menyiapkan sekitar 20.000 hingga 25.000 masker untuk masyarakat.
Namun, Yanuar menjelaskan pembagian masker akan dilakukan secara selektif dan dibarengi edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya melindungi diri dari paparan udara yang berpotensi mengandung asap dan partikel akibat kebakaran lahan.
“Kita bagikan masker ini kepada masyarakat tertentu sekaligus edukasi karena jumlahnya terbatas. Sasaran yang kami utamakan terlebih dahulu adalah para pangkalan ojol dan anak-anak sekolah,” tambahnya.
Dinkes Banjarmasin juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika kualitas udara memburuk. Warga yang mengalami keluhan seperti batuk, pilek, sesak napas atau gangguan pernapasan lainnya diharapkan segera mendapatkan pemeriksaan di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
Peningkatan kasus ISPA ini menjadi sinyal agar kewaspadaan terhadap dampak karhutla tidak hanya berfokus pada penanganan api, tetapi juga pada perlindungan kesehatan masyarakat yang terdampak. (silvi/iniberita)
