INIBERITA.id, BANJARMASIN- Proyek pemasangan air mancur di panjang area Jembatan Pasar Lama yang menelan anggaran fantastis, sekitar Rp11 miliar dari APBD Kota Banjarmasin, dimasa kepemimpinan Wali Kota H Ibnu Sina yang sempat viral dan mempercantik Kota Banjarmasin waktu malam hari.
Kini menjadi sorotan tajam masyarakat, fasilitas yang awalnya digadang-gadang bakal menjadi ikon baru kota seribu sungai itu, justru mangkrak dan tak lagi berfungsi, kondisi ini memunculkan tanda tanya besar, dikalangan masyarakat termasuk para pejabat Pemerintah Kota (Pemko) dan DPRD Kota Banjarmasin, pengamat tata kota dan pemerhati Kota Banjarmasin, terkait kualitas proyek tersebut.
Padahal, janji awal sebagai Ikon Wisata Baru Banjarmasin, saat pertama kali dicanangkan air mancur tersebut dipromosikan, sebagai upaya mempercantik wajah kota, sekaligus menjadi daya tarik wisata baru. Dengan latar Jembatan Pasar Lama yang historis, pihak Pemko Banjarmasin saat itu, berharap air mancur bisa menjadi pusat keramaian warga dan magnet wisatawan yang ingin menikmati keindahan malam Banjarmasin.
Tidak sedikit publikasi resmi Pemko Banjarmasin kala itu yang menegaskan, bahwa pembangunan air mancur akan menjadi bagian dari strategi pariwisata perkotaan. Harapannya, geliat ekonomi masyarakat sekitar, khususnya pedagang kecil di area Pasar Lama akan ikut terdongkrak.
Realita berbeda ternyata fasilitas tak lagi berfungsi. Namun, kenyataan di lapangan berbanding terbalik, hanya dalam hitungan waktu tahun diresmikan, tepatnya setelah Wali Kota H Ibnu Sina lengser dari jabatannya, air mancur tersebut mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Kini, fasilitas itu tidak lagi beroperasi sebagaimana mestinya, lampu sorot yang semula menyala warna-warni meramaikan suasana malam pun padam, aliran air yang seharusnya menari mengikuti irama musik telah lama terhenti.
“Dulu kami sempat bangga ada air mancur warna-warni, tapi sekarang malah mati total, uang Rp11 miliar kalau dipakai untuk perbaikan drainase atau jalan, pasti lebih terasa manfaatnya,” ujar Ahmad, seorang pedagang di sekitar lokasi.
Warga pertanyakan kualitas proyek. Kondisi air mancur yang tak berfungsi menimbulkan kekecewaan mendalam, banyak warga mempertanyakan kualitas proyek serta pengawasan dari DPRD Kota Banjarmasin, anggaran miliaran rupiah dinilai mubazir, hanya menjadi proyek pencitraan tanpa keberlanjutan.
“Ini jelas pemborosan, kalau proyek besar seperti ini bisa cepat rusak, berarti ada masalah sejak awal, baik dari perencanaan maupun pengerjaan. Jangan sampai masyarakat yang dirugikan,”tambah Ahmad.
Pemerhati Kota Banjarmasin Isai Panantulu SH MH mengungkapkan, kasus air mancur ini menggambarkan kelemahan mendasar dalam perencanaan pembangunan, proyek perkotaan tidak boleh hanya sekadar indah di atas kertas, tetapi harus memperhatikan aspek teknis, perawatan, serta kebermanfaatan jangka panjang.
“Air mancur di ruang terbuka publik butuh perawatan intensif dan biaya tinggi. Kalau pemerintah kota tidak menyiapkan anggaran pemeliharaan, tentu proyek akan cepat mati. Ini menunjukkan ada perencanaan yang tidak matang,”ungkapnya seorang pengacara ini.
Publik menunggu tanggung jawab tegas Isai panggilannya. Kini, warga Banjarmasin menuntut kejelasan, apakah Pemko Banjarmasin sekarang ini akan memperbaiki dan menghidupkan kembali air mancur tersebut, atau justru membiarkannya menjadi bangunan mangkrak.
Kekecewaan publik tuntut akan semakin besar, karena proyek ini menambah deretan pembangunan yang dianggap gagal menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
Bagi warga, masalah perkotaan, jalan rusak, hingga fasilitas umum yang kurang terawat jauh lebih mendesak ketimbang membangun ikon wisata yang akhirnya tak berfungsi. Mereka berharap Pemko Banjarmasin berikutnya bisa lebih bijak dan transparan dalam mengelola anggaran, dengan fokus pada kebutuhan mendasar masyarakat.
“Kalau uang Rp11 miliar itu dipakai untuk penanganan sampah sekarang ini menjadi belum terselesaikan, mungkin bisa teratasi. Tapi karena dipakai untuk air mancur yang sekarang mati, masyarakat tidak mendapat apa-apa,”tegasnya.(benk/iniberita).
