Antisipasi Lonjakan Wisatawan Lebaran, Dishut Kalsel Perketat Pengamanan di Tahura Sultan Adam

oleh -1412 Dilihat
Foto Istimewa

INIBERITA.id, BANJARBARU – Mengantisipasi lonjakan jumlah pengunjung selama libur Lebaran sekaligus menjaga keselamatan wisatawan, Dinas Kehutanan (Dishut) Kalimantan Selatan selaku pengelola kawasan Taman Hutan Raya Sultan Adam menambah personel serta armada penjagaan di sejumlah titik rawan di kawasan wisata tersebut.

Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan, Fathimatuzzahra, mengatakan berbagai langkah antisipatif telah disiapkan untuk memastikan keamanan pengunjung yang memadati kawasan Tahura saat libur panjang Lebaran.
Menurutnya, selain meningkatkan jumlah petugas, pihaknya juga memasang rambu-rambu peringatan di sejumlah lokasi yang dinilai memiliki potensi bahaya bagi pengunjung.

“Selain memasang rambu peringatan, kami juga menempatkan petugas secara langsung di titik-titik tersebut untuk mengawasi aktivitas pengunjung,” ujar Fathimatuzzahra di Banjarbaru, Selasa (10/3/2026).

Ia menjelaskan, pengelola Tahura Sultan Adam juga telah menyiapkan armada ambulans khusus sebagai langkah antisipasi apabila terjadi keadaan darurat di dalam kawasan wisata.

Dengan adanya ambulans yang siaga di lokasi, penanganan darurat diharapkan dapat dilakukan lebih cepat tanpa harus menunggu bantuan dari luar kawasan.

“Jadi tidak perlu lagi memanggil dari luar. Mudah-mudahan ini bisa membantu jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Pengawasan diperketat terutama di sejumlah area yang dinilai memiliki tingkat risiko tinggi bagi keselamatan wisatawan. Beberapa lokasi tersebut antara lain kawasan Bukit Batu, kolam-kolam yang berada di kawasan Mandiangin, serta beberapa ruas jalan di dalam kawasan Tahura yang rawan terjadi kecelakaan.

Fathimatuzzahra menuturkan, langkah peningkatan pengamanan ini dilakukan berdasarkan pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya, di mana jumlah wisatawan yang berkunjung ke Tahura Sultan Adam meningkat signifikan selama masa libur Lebaran.

Lonjakan pengunjung tersebut kerap diiringi meningkatnya potensi risiko keselamatan, terutama apabila wisatawan mengabaikan aturan keselamatan yang telah ditetapkan oleh pengelola kawasan.

“Kami menambah armada penjagaan, khususnya di tempat-tempat yang riskan seperti di sekitar Bukit Batu. Kadang masih ada pengunjung yang berenang walaupun sudah kami larang. Begitu juga di sekitar kolam di Mandiangin serta di jalan-jalan yang rawan kecelakaan, pengawasannya kami perketat,” pungkasnya.

Dishut Kalsel juga mengimbau para wisatawan yang berkunjung ke Tahura Sultan Adam agar selalu mematuhi rambu-rambu peringatan serta arahan petugas demi menjaga keselamatan bersama selama menikmati libur Lebaran di kawasan wisata alam tersebut. (adv/iniberita)