Disbudporapar Banjarmasin Sulap Siring RK Ilir Jadi Wisata Kuliner Baru, Benahi TPS dan Gandeng CSR

oleh -1342 Dilihat
Teks foto. Kepala Disbudporapar Kota Banjarmasin Ibnu Sabil.

INIBERITA.id, BANJARMASIN – Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Banjarmasin (Disbudporapar) berencana membenahi kawasan Siring RK Ilir untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata kuliner baru di Kota Banjarmasin. Program tersebut ditargetkan mulai direalisasikan pada tahun 2026.

Kepala Disbudporapar Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil, menjelaskan bahwa kawasan Siring RK Ilir memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Letaknya yang strategis, tepat di seberang sungai dari Balai Kota Banjarmasin, serta dikelilingi fasilitas umum seperti pelabuhan ikan dan lapangan tenis, dinilai menjadi daya tarik tersendiri.

“Ini sesuai arahan pimpinan agar memperbanyak spot olahraga dan wisata di Kota Banjarmasin. Salah satu yang kita pilih untuk dikembangkan adalah kawasan Siring RK Ilir menjadi wisata kuliner,” ujar Ibnu, Selasa (17/2/2026).

Menurutnya, konsep pengembangan tidak hanya menghadirkan pusat kuliner, tetapi juga mengintegrasikan kawasan tersebut sebagai ruang publik yang nyaman bagi masyarakat. Penataan akan difokuskan pada kebersihan, kerapian, serta penataan pedagang agar tertata lebih baik dan menarik bagi pengunjung.

Ibnu menegaskan, persoalan kebersihan menjadi perhatian utama. Pasalnya, tidak jauh dari lokasi terdapat Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang masih aktif beroperasi. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu kenyamanan pengunjung jika tidak ditangani secara serius.

“Kami akan berkoordinasi dengan DLH dan pihak terkait, termasuk masyarakat, untuk merapikan TPS tersebut. Jangan sampai ada sampah yang menumpuk karena itu akan membuat pengunjung tidak nyaman,” tegasnya.

Untuk mendukung realisasi program ini, Disbudporapar berencana menggandeng pihak swasta melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR). Selain itu, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) juga akan dilibatkan dalam penyusunan proposal serta pengelolaan kawasan nantinya.

“Kami akan mengusulkan melalui CSR, dan Pokdarwis akan menyusun proposal serta bertanggung jawab terhadap pengelolaannya. Harapannya, kawasan ini bisa menjadi ikon wisata kuliner baru yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar,” tutup Ibnu.(silvi/iniberita).