INIBERITA.id, BANJARMASIN- Ketua Komisi I DPRD Kota Banjarmasin Aliansyah, meminta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Banjarmasin untuk meningkatkan pelayanan perekaman KTP elektronik (e-KTP) bagi pelajar tingkat SMA. Menurutnya, masih banyak remaja usia 17 tahun yang belum memiliki identitas resmi tersebut.
Aliansyah mengungkapkan, Disdukcapil perlu melakukan langkah jemput bola dengan mendatangi sekolah-sekolah, sehingga para siswa yang telah memasuki usia wajib memiliki KTP tidak perlu repot datang ke kantor Disdukcapil.
“Banyak anak SMA yang sebenarnya sudah berusia 17 tahun, tapi belum memiliki KTP. Karena itu, Disdukcapil seharusnya aktif turun langsung ke sekolah sekolah,”ungkapnya, saat memberikan keterangannya, kepada media iniberita.id, Kamis (2/10/2025).
Lebih lanjut, ditegaskan, ia menilai program jemput bola ini, penting untuk memastikan seluruh warga, khususnya generasi muda, memiliki dokumen kependudukan yang sah.
KTP itu bukan hanya sekadar kartu identitas, tetapi juga menjadi syarat penting dalam berbagai urusan administrasi, termasuk pendidikan, kesehatan, hingga keuangan.
Untuk memperlancar program ini, pihaknya mendorong adanya kerja sama antara Disdukcapil Kota Banjarmasin dengan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan. Sinergi tersebut diperlukan agar sekolah-sekolah dapat menjadi titik pelayanan perekaman KTP, sekaligus mempermudah koordinasi antara pemerintah daerah dengan pihak sekolah.
“Jika Disdukcapil dan Dinas Pendidikan bisa bekerja sama, saya yakin target perekaman KTP untuk anak usia 17 tahun bisa tercapai dengan cepat dan merata. Ini juga akan membantu pemerintah dalam mendata masyarakat secara lebih akurat,”tegas politisi PKS ini.
Aliansyah berharap program jemput bola ini, segera direalisasikan agar tidak ada lagi anak SMA di Banjarmasin yang kesulitan mendapatkan KTP. Dengan begitu, pelayanan publik bisa lebih optimal, sekaligus mendukung upaya pemerintah menuju tertib administrasi kependudukan.(benk/iniberita).
