Jembatan Banyiur Luar Ambles Diduga Tak Kuat Tahan Truk Fuso, DPRD Desak Dishub Bongkar Asal Angkutan Berat

oleh -441 Dilihat
Teks foto. Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin M Ridho Akbar.

INIBERITA.id, BANJARMASIN – Kondisi Jembatan Banyiur Luar yang mengalami ambles menjadi perhatian serius DPRD Kota Banjarmasin. Kerusakan pada jembatan yang menjadi salah satu akses penting bagi warga setempat tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas kendaraan angkutan berat yang melintas di kawasan tersebut.

Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin M Ridho Akbar, meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarmasin segera turun tangan untuk menelusuri penyebab amblesnya jembatan tersebut.

Politisi Partai Golkar itu menilai, dugaan adanya kendaraan jenis truk fuso yang membawa muatan berat melintas di atas jembatan tidak boleh dibiarkan tanpa penelusuran. Apalagi, jembatan tersebut digunakan masyarakat sebagai akses sehari-hari.

“Dishub harus segera menindaklanjuti persoalan ini. Jangan sampai kerusakan jembatan dibiarkan, sementara kendaraan angkutan berat terus melintas,” tegas Ridho.

Menurutnya, langkah awal yang perlu dilakukan adalah mengumpulkan informasi dari masyarakat sekitar. Warga yang mengetahui aktivitas kendaraan berat di kawasan tersebut diharapkan dapat memberikan keterangan kepada pihak berwenang.

Selain informasi dari warga, Ridho juga mendorong Dishub memanfaatkan rekaman kamera pengawas atau CCTV yang berada di sekitar lokasi. Rekaman tersebut dinilai dapat membantu mengidentifikasi kendaraan yang melintas, termasuk jenis kendaraan, waktu kejadian, hingga kemungkinan asal dan tujuan angkutan.

“Kalau ada warga yang memiliki CCTV, itu bisa diminta rekamannya. Dari sana dapat diketahui kendaraan apa saja yang melintas, termasuk truk fuso yang diduga membawa muatan berat,” ujarnya.

Ridho menegaskan, penelusuran tersebut penting agar persoalan tidak berhenti hanya pada perbaikan fisik jembatan. Jika nantinya ditemukan kendaraan dengan muatan berlebih atau kendaraan yang tidak sesuai dengan ketentuan kelas jalan dan kapasitas jembatan, maka harus ada tindakan tegas dari instansi terkait.

Ia juga meminta pengawasan terhadap kendaraan angkutan barang di wilayah Banjarmasin diperketat. Sebab, kendaraan dengan dimensi dan beban besar dapat memberikan tekanan terhadap konstruksi jalan maupun jembatan, terutama apabila melintas pada infrastruktur yang kapasitasnya terbatas.

“Yang harus dicari tahu bukan hanya bagaimana memperbaiki jembatannya, tetapi juga apa penyebabnya sampai ambles. Kalau memang ada kendaraan dengan muatan berlebih, harus ditindak sesuai aturan,” kata Ridho.

Di sisi lain, kondisi Jembatan Banyiur Luar yang ambles dikhawatirkan mengganggu aktivitas warga. Sebagai akses masyarakat, keberadaan jembatan tersebut memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas warga dan aktivitas ekonomi di lingkungan sekitar.

Karena itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin meminta pemerintah daerah tidak menunggu kerusakan semakin parah. Selain melakukan pemeriksaan terhadap kondisi konstruksi jembatan, Dishub bersama instansi teknis lainnya perlu memastikan kendaraan yang melintas sesuai dengan ketentuan.

Ridho berharap persoalan tersebut dapat segera ditangani secara menyeluruh, mulai dari pemeriksaan konstruksi, penelusuran kendaraan yang diduga melintas dengan muatan berat, hingga pengawasan terhadap aktivitas angkutan barang di kawasan tersebut.

“Jangan sampai masyarakat yang akhirnya menjadi korban karena akses mereka terganggu. Pemerintah harus cepat bertindak dan memastikan jembatan ini aman digunakan kembali,” pungkasnya. (benk/iniberita).