Kalsel Perkuat Integrasi Arsip Digital, Dispersip Gelar Rakor Kearsipan se-Kalsel

oleh -1636 Dilihat
Foto Istimewa

INIBERITA.id, BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalsel, menggelar Rapat Koordinasi Kearsipan se-Kalimantan Selatan sebagai langkah strategis mewujudkan keterpaduan informasi arsip dari pusat hingga daerah.

Rakor yang mengusung tema “Transformasi Layanan Kearsipan Digital Terpadu melalui Optimalisasi Sistem Informasi Kearsipan Nasional (SIKN) – Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN) di Provinsi Kalimantan Selatan ini dihadiri Lembaga Kearsipan Daerah (LKD) dari 13 kabupaten/kota, para arsiparis, pengelola arsip, serta perwakilan SKPD di lingkungan Pemprov Kalsel.

Kegiatan ini juga menghadirkan Direktur Kearsipan Daerah I ANRI, Irwanto Eko Saputro, sebagai pembicara utama secara daring.

Kepala Dispersip Kalsel, Sri Mawarni, menegaskan bahwa SIKN-JIKN merupakan infrastruktur penting dalam penyediaan data arsip yang cepat, akurat, serta mudah diakses masyarakat di era digital.

“Rakor ini bentuk komitmen kita dalam meningkatkan kapasitas dan memperkuat kolaborasi antar lembaga kearsipan. Pengelolaan arsip bukan hanya soal tertib administrasi, tetapi bagaimana arsip mampu memberi nilai tambah bagi pelayanan publik dan pelestarian memori kolektif bangsa,” ujarnya di Banjarmasin, Selasa (25/11/2025).

Ia berharap pertemuan ini semakin memperkokoh sinergi antara provinsi dan kabupaten/kota dalam implementasi SIKN-JIKN.

“Momentum ini penting untuk menyusun langkah strategis percepatan digitalisasi arsip, integrasi data, dan peningkatan kompetensi SDM dalam pengelolaan arsip elektronik yang aman, autentik, dan berkelanjutan,” tambahnya.

Sementara itu, Kabid Pembinaan dan Pelayanan Kearsipan Dispersip Kalsel, Muamar, menyampaikan bahwa pelaksanaan SIKN-JIKN di Kalsel telah menunjukkan perkembangan positif. Seluruh 13 kabupaten/kota telah menjadi simpul jaringan sejak penetapan yang berlangsung bertahap sejak tahun 2000.

“Di tingkat provinsi sekitar 1.000 arsip sudah terinput, sedangkan kabupaten/kota rata-rata lebih dari 300 arsip. Pemanfaatan sistem ini menjadi salah satu indikator kinerja daerah,” jelasnya.

Ia menambahkan, Dispersip Kalsel menargetkan peningkatan kunjungan pada website JIKN dan SIKN. Saat ini, kunjungan website JIKN di tingkat provinsi mencapai sekitar 4.000 kunjungan per tahun.

“Optimalisasi tetap diperlukan. Karena itu, Rakor Kearsipan bertema ‘Optimalisasi SIKN dan JIKN’ menjadi ruang evaluasi untuk menyempurnakan kekurangan dan meningkatkan kualitas sistem,” pungkasnya. (adv/iniberita)

No More Posts Available.

No more pages to load.