Ketua BNPT Pusat Resmikan Warung NKRI Di Kalsel

oleh -251 Dilihat
Ketua Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Pusat Komjen Pol Dr Boy Rafli Amar, resmikan Warung NKRI, dengan pemotongan pinta bersama-sama dengan pejabat Pemprop Kalsel, TNI dan tokoh agama dan masyarakat.

INIBERITA.id, BANJARMASIN – Ketua Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Pusat Komjen Pol Dr Boy Rafli Amar, resmikan Wadah Akur Rukun Usaha Nurasi Gelorakan (Warung) NKRI di Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk melawan paham radikal.

Dengan ceremony pemotongan pinta menandakan Warung NKRI itu, siap memberikan pelayanan dan kegiatan, sebelumnya dilaksanakan diskusi publik, dengan para tokoh agama dan masyarakat serta komunitas terkait maraknya paham radikal saat ini.

Dan dibukanya Warung NKRI melalui Forum Koordinasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) Kalsel tersebut, merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan kesiapsiagaan secara nasional untuk menahan dan mengantisipasi radikalisme yang semakin berkembang, khususnya di daerah Kalsel.

Kepala BNPT, Komjen Pol Dr Boy Rafli Amar mengatakan, bahwa kolaborasi Penta Helix selaku pelaku usaha, dalam rangka menanggulangi masalah terorisme dan terus di wujudkan oleh BNPT.

“Kolaborasi ini untuk menangani masalah paham radikal dan tidak hanya melalui Pemerintah dan Warung NKRI juga bekerjasama dengan pelaku usaha,” ujarnya, Selasa (22/3/2022).

Sementara itu, Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Kalsel Aliansyah Mahadi mengungkapkan, bahwa Warung NKRI ini nantinya, akan menjadi wadah bagi masyarakat maupun komunitas.

Dalam kegiatannya dialog, pihaknya akan atur jadwalnya, kemungkin satu bulan sekali dalam pertemuannya, dengan tokoh masyarakat maupun komunitas.

“Narasumber tentang kenegaraan yang kita undang dari pemerintah daerah, maupun dari pihak TNI-Polri,”ungkapanya.

Lebih jauh Aliansyah menjelaskan, semakin banyaknya kasus paham radikal di Indonesia ini, tentunya tidak terlepas, dari peran media, khususnya Media sosial, hampir 80 persen warga Indonesia merupakan pengguna media sosial tersebut.

Untuk menahan dan mengantisipasi paham radikal ini, semua komponen baik itu tokoh masyarakat, agama maupun tokoh adat harus bersatu menjalin untuk bersatupadu dan sinergi.

“Karena kita tidak bisa sepenggal-sepenggal kita tangani, artinya kita perlu kebersamaan. Karena terorisme merupakan musuh agama dan musuh kita semua,”jelasnya.

Terkait kasus terorisme di Banjarmasin beberapa waktu lalu ujar Aliansyah, terorisme itu seperti bunglon, maka pihaknya
harus menjaga kesiapsiagaan, terutama berkomunikasi antar sesama dan seluruh unsur masyarakat, selain itu paham radikal melalui media sosial tersebut.

“Memiliki paparan yang sangat luar biasa, namun kita juga memiliki duta damai dunia maya, hal ini merupakan kontra propaganda terhadap konten-konten yang menyiarkan paham radikal,”ujarnya.(benk/iniberita)