Komisi II DPRD Kalsel Dorong Penguatan Peternakan Terintegrasi untuk Dukung Ketahanan Pangan Daerah

oleh -1477 Dilihat
Foto Istimewa

INIBERITA.id, TANAH LAUT – Komisi II DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) terus mendorong penguatan sektor peternakan dari hulu hingga hilir sebagai bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan daerah dan nasional. Komitmen tersebut disampaikan saat kegiatan monitoring ke UPT Direktorat Jenderal Peternakan Kementerian Pertanian serta Kelompok Tani Budidaya di Desa Pulau Sari, Kecamatan Tambang Ulang, Kabupaten Tanah Laut, Jumat-Sabtu (12-13/6/2026).

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel H Suripno Sumas SH MH mengatakan, kunjungan ke UPT Direktorat Jenderal Peternakan memberikan gambaran nyata mengenai besarnya potensi pengembangan pembibitan ternak di Kalimantan Selatan. Menurutnya, ketersediaan lahan yang luas serta bibit ternak yang berkualitas menjadi modal strategis untuk memperkuat sektor peternakan daerah.

“Dari sini kami melihat potensi besar yang bisa terus dikembangkan, baik dari sisi lahan maupun bibit yang telah tersedia. Kami berharap UPT ini dapat berkembang lebih optimal sehingga tidak hanya memenuhi kebutuhan Kalimantan Selatan, tetapi juga mampu menjadi pemasok bibit ternak bagi lima provinsi di Kalimantan,” ujar Suripno.

Ia menilai keberadaan UPT tersebut memiliki peran penting sebagai pusat pengembangan bibit unggul sapi, itik, dan kambing. Karena itu, Komisi II DPRD Kalsel mendukung berbagai program dan inovasi yang dilakukan untuk meningkatkan produktivitas peternakan sekaligus menunjang target ketahanan pangan nasional menuju tahun 2030.

Selain meninjau fasilitas pembibitan ternak, rombongan Komisi II DPRD Kalsel juga mengunjungi Kelompok Tani Budidaya di Desa Pulau Sari. Di lokasi tersebut, para legislator melihat langsung berbagai kegiatan usaha produktif yang dijalankan masyarakat, mulai dari peternakan sapi, kambing, dan ayam hingga pengolahan pupuk organik.

Suripno mengapresiasi sinergi yang terjalin antara Kelompok Tani Budidaya dan Pemerintah Desa Pulau Sari dalam mengembangkan sektor ekonomi masyarakat berbasis peternakan. Menurutnya, pola kolaborasi yang diterapkan mampu menciptakan usaha yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi warga setempat.

“Kelompok Tani Budidaya telah menunjukkan bagaimana kolaborasi yang baik antara masyarakat dan pemerintah desa dapat menghasilkan program yang produktif dan bernilai ekonomi. Kami berharap pola seperti ini bisa menjadi contoh bagi kelompok tani maupun Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) lainnya di Kalimantan Selatan,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi II DPRD Kalsel H Jahrian SE, turut memberikan apresiasi terhadap berbagai inovasi yang dikembangkan di kedua lokasi kunjungan. Ia menilai penguatan pembibitan ternak dan pemberdayaan kelompok tani merupakan langkah konkret dalam meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat sektor peternakan daerah.

“Melihat langsung potensi pembibitan ternak dan keberhasilan Kelompok Tani Budidaya tentu menjadi kebanggaan tersendiri. Ini membuktikan bahwa sektor peternakan di daerah memiliki peluang yang sangat besar untuk terus berkembang dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujar Jahrian.
Menurutnya, hasil monitoring tersebut memberikan optimisme terhadap masa depan sektor peternakan di

Kalimantan Selatan. Dengan dukungan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, sektor peternakan diyakini mampu menjadi salah satu penopang utama ketahanan pangan sekaligus sumber peningkatan kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah.

“Kami berharap capaian yang telah diraih dapat terus ditingkatkan sehingga Kalimantan Selatan mampu menjadi salah satu daerah yang berkontribusi besar dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional,” pungkasnya.(sop/iniberita)