INIBERITA.id, BANJARMASIN – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin Hj Sarifah Saqinah menegaskan, pentingnya fungsi proyek drainase di Jalan Lambung Mangkurat, terutama menjelang puncak musim hujan di akhir tahun.
Ia berharap pembangunan drainase yang tengah dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), dengan kontraktor pelaksana CV Karya Tunggal Cipta Konstruksi, bahwa drainase dibangun di tengah Kota Banjarmasin itu, benar-benar mampu menampung serta mengalirkan air hujan di kawasan jalan protokol tersebut.
Dalam kunjungan lapangan bersama jajaran Komisi III, Sarifah Saqinah melihat langsung proses pengerjaan proyek. Pihaknya menemukan beberapa lubang pada struktur drainase dan menanyakan fungsinya kepada pelaksana di lapangan. Namun saat dilakukan pengecekan dengan menancapkan kayu, lubang justru berisi lumpur, padahal berdasarkan RAB, area tersebut seharusnya dicor, sebagaimana didalam kontrak pekerjaan
“Lubang itu disebutkan untuk penanaman pohon dan satu lagi untuk pemantau aliran air. Tapi ketika kami cek sendiri, isinya lumpur. Kami ingin memastikan apakah konstruksinya sudah sesuai, karena proyek akhir tahun seperti ini harus betul-betul selesai dan berfungsi,” ujar Sarifah, kepada wartawan. Senin (1/12/2025).
Politisi PAN ini menegaskan pemantauan ini dilakukan untuk memastikan seluruh proyek APBD yang dikerjakan di akhir tahun benar-benar rampung sesuai kontrak, sekaligus mencegah potensi terjadinya genangan air di kawasan pusat kota.
“Pihak akan terus melakukan pengawasan agar proyek infrastruktur di Kota Banjarmasin benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam mengatasi persoalan genangan air saat musim penghujan,”tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin Suri Sudarmadiyah menjelaskan, bahwa proyek drainase di Jalan Lambung Mangkurat pada prinsipnya telah memasuki tahap penyelesaian akhir.
Pembangunan drainase tersebut memiliki panjang sekitar 800 meter dengan total anggaran mencapai Rp 7 miliar. Hingga saat ini, progres pekerjaan diperkirakan sudah berada di kisaran 80 persen.
“Proyek drainase ini sudah selesai, tinggal pemasangan sansen penutup di atasnya serta penanaman pohon pengganti. Kami berharap semuanya rampung tepat waktu karena tahun depan terjadi pemotongan PKD sehingga pembiayaan akan lebih berat. Proyek ini harus selesai dan dibayarkan tahun ini juga,” jelas Suri.(benk/iniberita).





