INIBERITA.id, BANJARMASIN- Komisi III DPRD Kota Banjarmasin melakukan kunjungan lapangan ke proyek peningkatan kapasitas Sungai Veteran, salah satu program strategis untuk pengendalian banjir dan penataan kota. Dalam peninjauan tersebut, progres proyek secara keseluruhan telah mencapai 35 persen, sementara pekerjaan tahap pertama sudah berada pada angka 90–95 persen.
Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin M Ridho Akbar menyampaikan, dalam tahap pertama ini, hampir seluruh pekerjaan fisik telah diselesaikan dan kini hanya menunggu pemasangan pompa yang sudah berada di Semarang dan segera dikirim ke lokasi. Pompa tersebut memiliki kapasitas besar untuk mengalirkan debit air sungai.
“Volume pompanya cukup besar untuk mengangkat debit air. Kita berharap proyek ini benar-benar memberi dampak signifikan bagi warga, terutama masalah banjir. Selain itu, juga dibuatkan taman yang cantik sehingga kawasan ini bisa menjadi destinasi wisata baru dan menambah PAD Banjarmasin,” ujar Ridho, kepada wartawan. Senin (1/12/2025).
Terkait pembebasan lahan, Ridho menjelaskan, anggaran telah disiapkan melalui APBD Kota Banjarmasin, dengan nilai sekitar Rp180 miliar dan ditargetkan rampung tahun depan.
“Sekarang tinggal tahap pelaksanaan lagi. Karena waktu pembebasan lahan tinggal tahun depan. Kami berharap proyek ini berhasil dari sisi penanganan banjir maupun estetika kota,”jelas politisi Partai Golkar.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Sungai Wilayah (BWS) Kalimantan III Dedi Supriyadi mengungkapkan, bahwa revitalisasi Sungai Veteran merupakan proyek multiyears yang ditargetkan selesai pada 2027. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kapasitas sungai dan mengendalikan banjir secara menyeluruh di kawasan tengah kota.
Pada tahap pertama, pekerjaan mencakup normalisasi sungai sepanjang sekitar 3 kilometer, pemasangan tiang pancang, pembangunan rumah pompa, serta pengerjaan jalan di kedua sisi sungai. Ruas pekerjaan dimulai dari Siring Bekantan hingga Simpang Ulin dengan target selesai pada 2026.
Tahap selanjutnya akan dikerjakan pada ruas Sungai Gardu hingga Gatot Subroto, meliputi pemasangan sheet pile, pembangunan lima jembatan baru, pelebaran sungai, pemasangan pintu air dan pompa tambahan, pembangunan taman tematik, serta penataan utilitas kota.
“Sejauh ini tidak ada kendala dan semua berjalan baik. Secara keseluruhan proyek sudah 35 persen, sedangkan tahap pertama mencapai 90–95 persen, tinggal menunggu pompa datang untuk dipasang,”ungkap Dedi.
Selanjutnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin Suri Sudarmadiyah yang turut mendampingi Komisi III mengatakan, bahwa proses pembebasan lahan terus dilakukan secara bertahap.
Pada pembebasan lahan tahap pertama, dari kawasan Klenteng hingga Simpang Ulin, masih terdapat beberapa titik yang belum rampung namun progresnya berjalan positif. Sementara itu, pembebasan lahan dari Simpang Ulin hingga Pasar Kuripan sebagian sudah memasuki proses pembayaran ganti rugi.
Untuk tahap kedua, yaitu dari Simpang Gardu hingga Simpang Gatot Subroto, saat ini sedang dilakukan sosialisasi, pendataan, dan pengukuran oleh BPN.
Suri menambahkan bahwa pada 2026 pemerintah telah mengusulkan alokasi anggaran lanjutan sekitar Rp185 miliar untuk memastikan keberlanjutan proyek.
“Harapan kita di awal 2026 proses pembayaran ganti rugi sudah bisa dilakukan. Alhamdulillah, sejauh ini masyarakat memberikan dukungan penuh,”tambahnya.
Dengan progres positif ini, proyek revitalisasi Sungai Veteran diharapkan menjadi solusi jangka panjang terhadap persoalan banjir sekaligus menghadirkan wajah baru kawasan sungai sebagai ruang publik dan destinasi wisata modern di Kota Banjarmasin.(benk/iniberita).






