Jurnalis Senior Terpesona dengan Kampung Heritage Kajoetangan, Apresiasi Kreativitas Warga dan Dukungan Pemerintah Kota Malang

oleh -1441 Dilihat
Teks foto. Suasana Kampoeng Heritega Kajoetangan Malam Jatim.

INIBERITA.id, MALANG– Para wartawan senior yang disampaikan oleh Jemmy Husen apresiasinya yang mendalam setelah mengunjungi Kampung Heritage Kajoetangan di Kota Malang, Jawa Timur bersama anggota Forwadek Banjarmasin lainnya, pada Sabtu malam (9/10/2025).

Dalam kunjungannya baru-baru ini, Jemmy didamping Ketua Forwadek Banjarmasin Bambang serta Husin, Hendra, Suhardian dan Ade mengaku sangat terkesan dengan bagaimana masyarakat setempat mengelola dan melestarikan kawasan bersejarah tersebut.

Menurutnya, sinergi antara kreativitas warga dan dukungan Pemerintah Kota Malang menjadi kunci keberhasilan Kajoetangan dalam mempertahankan identitas sebagai kampung heritage sekaligus meningkatkan potensi ekonomi lokal.

“Ini bukti nyata bahwa bangunan tua bukan penghambat pembangunan, melainkan bisa menjadi aset untuk kemajuan daerah,” ujar Jemmy . “Saya sangat mengapresiasi bagaimana masyarakat di sini begitu kreatif, memanfaatkan setiap sudut kampung dengan sentuhan seni dan budaya, tanpa menghilangkan nilai sejarahnya.”

Kemudian, Ketua Forwadek Banjarmasin Bambang Santoso menambahkan, kampung Heritage Kajoetangan dikenal sebagai salah satu destinasi wisata sejarah di Kota Malang. Kawasan ini mempertahankan arsitektur kolonial yang autentik dan menata lingkungan kampung menjadi tempat yang menarik bagi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Baca Juga :   Satgas PPA Banjarmasin Dievaluasi, Pemko Pasang Target Perlindungan Perempuan dan Anak Lebih Nyata di 2026

Bambang juga berharap, kesuksesan Kajoetangan bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia, termasuk Kota Banjarmasin.

“Saya berharap Pemerintah Kota Banjarmasin dapat meniru konsep ini, menjadikan kampung-kampung tua sebagai ikon budaya dan sumber peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Kolaborasi seperti ini harus ditiru,”tambahnya.

Dengan adanya kampung tematik seperti Kajoetangan, Bambang menilai bahwa pelestarian sejarah dapat sejalan dengan pembangunan ekonomi berbasis masyarakat. Selain membuka peluang usaha bagi warga, hal ini juga memperkuat identitas lokal yang berkelanjutan.(benk/iniberita).

No More Posts Available.

No more pages to load.