Pemko Banjarmasin Gaspol Angkat Sasirangan ke Panggung Nasional, Lomba Motif Jadi Ajang Lahirkan Identitas Baru Banua

oleh -1281 Dilihat
Teks foto. Wali Kota Banjarmasin HM Yamin resmikan Lomba Desain Motif Sasirangan Kota Banjarmasin bertajuk “Simfoni 5 Abad Estetika Lokal Sasirangan, Identitas Banua” di Hotel Rattan Inn.

INIBERITA.id, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian menggelar Lomba Desain Motif Sasirangan Kota Banjarmasin bertajuk “Simfoni 5 Abad Estetika Lokal Sasirangan, Identitas Banua” di Hotel Rattan Inn, Rabu (20/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Wali Kota Banjarmasin HM Yamin HR, Plt Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Dolly Syahbana, Ketua Dekranasda Kota Banjarmasin Hj Neli Listriani, Kepala Bidang Perindustrian H. Dedy Hamdani, serta jajaran terkait lainnya.
Dalam sambutannya, Wali Kota Banjarmasin HM Yamin HR menegaskan bahwa sasirangan bukan sekadar kain tradisional, melainkan simbol identitas budaya masyarakat Kalimantan Selatan yang harus terus dijaga dan dikembangkan di tengah arus modernisasi.

Menurutnya, lomba desain motif sasirangan menjadi langkah strategis untuk melahirkan inovasi baru tanpa meninggalkan akar budaya lokal.

“Lomba desain motif seperti ini sangat penting, bukan hanya untuk mencari motif yang indah secara visual, tetapi juga mendorong lahirnya gagasan baru dan memperkuat identitas khas Kalimantan Selatan, khususnya Kota Banjarmasin,” ujar Yamin.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Banjarmasin berkomitmen mendorong sasirangan agar mampu bersaing di pasar nasional bahkan internasional melalui sentuhan kreativitas generasi muda dan pelaku industri kreatif daerah.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Banjarmasin Hj Neli Listriani mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap pengembangan industri kerajinan daerah, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurutnya, sasirangan memiliki potensi ekonomi besar apabila terus dikembangkan melalui inovasi desain, pemasaran, dan peningkatan kualitas produk.

“Kami berharap sasirangan semakin dikenal luas, semakin dicintai masyarakat, serta terus menjadi kebanggaan daerah yang mampu membuka peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Neli.

Melalui lomba ini, Pemko Banjarmasin berharap lahir motif-motif baru yang tidak hanya memiliki nilai estetika tinggi, tetapi juga mampu merepresentasikan sejarah, budaya, dan karakter khas Kota Seribu Sungai di usia lima abad perjalanannya.(silvi/iniberita).