Pelajaran Tahun 2025-2026, Seluruh SD SMP Stop Bullying dan Kekerasan Terhadap Para Siswa

oleh -2108 Dilihat
Foto Istimewa

INIBERITA.id, BANJARMASIN –  Plt Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Banjarmasin Ryan Utama menekankan, mulai tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), stop  bullying dan kekerasan terhadap para siswa di sekolah.

Untuk menekan kekerasan dan bullying tersebut, seluruh guru dan tenaga pendidik, dapat memantau dan memperketat pengawasan, terhadap prilaku para siswanya.

Hal ini diungkapkan Plt Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Banjarmasin Ryan Utama, saat menjadi pembina upacara di SMP Negeri 26 Banjarmasin Jalan Ahmad Yani KM 2,5 Kecamatan Banjarmasin Tengah, Senin (14/7/2025) pagi.

Ryan menegaskan, dua poin penting ini yang harus diperhatikan terhadap seluruh sekolah dan guru pengajar, terhadap para siswanya disekolah. Karena, bullying dan kekerasan terhadap anak-anak, sudah menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin, khususnya di lingkungan sekolah.

Untuk itulah, kepada seluruh guru pengajar dan peserta didik, baik tingkat Sekolah Dasar (SD) sampai tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), dapat menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, aman dan nyaman dalam proses belajar dan mengajar di sekolah.

“Bullying dan kekerasan terhadap sesama siswa maupun anak jangan dibiarkan dan harus ada tindakan tegas, apalagi dalam dihari pertama sekolah peserta didik baru harus perketat pengawasannya,”tegasnya.

Plt Kadisdik Ryan mengimbau, seluruh sekolah di Kota Banjarmasin untuk menerapkan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat, sesuai dengan arahan  Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen RI).

Selanjutnya, Kepala SMP Negeri 26 Kota Banjarmasin Muhdar mengungkapkan, di tahun ajaran baru ini, sekolahnya menerima sekitar 190 peserta didik baru, dengan mengisi enam rombongan belajar (Rombel).

Sekarang peserta didik baru, harus mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) selama lima hari untuk mendapatkan berbagai pembelajaran, sekeligus pengenalan lingkungan sekolah dan kakak kelas, lebih khusus dalam mengatasi masalah bullying dan kekerasan di lingkungan sekolah.

“Dengan kegiatan pengenalan lingkunan sekolah sehingga antara peserta didik baru dengan kakak kelas terjalin keakraban, khususnya masalah bullying dan kekerasan sesama siswa tersebut, ”ungkapnya(silvi/iniberita).