Pemko Banjarmasin Perkuat Sinergi 3 Pilar Kelurahan untuk Tekan Stunting, Perubahan Perilaku Jadi Fokus Utama

oleh -1486 Dilihat
Foto Istimewa.

INIBERITA.id, BANJARMASIN– Pemerintah Kota Banjarmasin mengintensifkan upaya percepatan penurunan stunting melalui penguatan peran 3 pilar kelurahan pemerintah kelurahan, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas dalam kegiatan Optimalisasi P3S yang digelar di Aula Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Rabu (5/11/2025).

Acara dibuka oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdako Banjarmasin, Machli Riyadi, mewakili Wali Kota Banjarmasin. Hadir pula Plt Kadinkes Kota Banjarmasin M Ramadhan, bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas dari seluruh 52 kelurahan.

Dalam sambutannya, Machli Riyadi menegaskan bahwa stunting merupakan persoalan kompleks yang menuntut keterlibatan lintas sektor. Ia menilai penanganan tidak dapat hanya mengandalkan Dinas Kesehatan, melainkan memerlukan komitmen kolektif dari struktur pemerintahan di tingkat bawah.

“Stunting bukan hanya persoalan gizi, tetapi juga soal kesadaran. Kolaborasi kuat dari kelurahan, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas menjadi kunci. Dengan gotong royong, kita bisa menciptakan generasi masa depan yang sehat dan berdaya saing,” tegasnya.

Machli menyebutkan bahwa Pemko menargetkan capaian 70 persen melalui penguatan peran 3 pilar tersebut. Meski demikian, tantangan terbesar masih ditemukan pada perilaku masyarakat, mulai dari praktik pernikahan usia anak, rendahnya kepatuhan ibu hamil mengonsumsi tablet tambah darah, hingga rendahnya kesadaran pemberian ASI eksklusif.

Baca Juga :   Balap Liar Merajalela di Banjarmasin Selatan, DPRD Dorong Pita Getar dan Pos Pantau

“Perubahan perilaku adalah tantangan paling berat. Intervensi kesehatan tidak akan optimal jika masyarakat belum disiplin menjalankan prinsip-prinsip kesehatan dasar,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Kadinkes Kota Banjarmasin M Ramadhan menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan program pendukung, seperti pemberian makanan tambahan berbasis APBD dan penguatan pemantauan melalui Dashboard Stunting.

Dengan demikian, ia berharap penguatan kolaborasi ini mampu mempercepat penurunan stunting secara signifikan dan membangun kesadaran masyarakat untuk menciptakan generasi yang lebih sehat dan kompetitif.

“Output yang kita kejar adalah penurunan angka stunting yang terukur. Semua kelurahan wajib memantau dan menindaklanjuti setiap kasus. Sinergi 3 pilar memastikan upaya penurunan stunting bukan sekadar seremoni, tetapi gerakan nyata di lapangan,” jelas Ramadhan.(silvi/iniberita).

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.