INIBERITA.id, BANJARBARU – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Banjarmasin setelah menerima Surat Keputusan (SK) organisasi tersebut, langsung menyiapkan dan tancap gas, dalam pembenahan struktur mulai ditingkat kecamatan sekaligus melaksanakan pemetaaan para kader ketingkat ranting, tujuannya agar mesin partai benar-benar bergerak hingga ke tingkat akar rumput.
Ketua DPC PKB Kota Banjarmasin Dedde Sophian mengatakan, konsolidasi tidak berhenti pada jajaran kepengurusan DPC, tetapi akan dilanjutkan hingga struktur partai di tingkat kecamatan dan ranting.
Menurutnya, salah satu wilayah yang masih menjadi perhatian dalam proses pembenahan organisasi adalah Kecamatan Banjarmasin Tengah. Struktur kepengurusan di wilayah tersebut dinilai masih membutuhkan penguatan dan penataan, agar lebih efektif dalam menjalankan kerja-kerja kepartaian.
“Untuk konsolidasi, kita juga menyasar kepengurusan di tingkat kecamatan. Salah satunya Banjarmasin Tengah yang masih membutuhkan pembenahan struktur,” ujar Dedde kepada wartawan, usai menerima SK kepengurusan, kepada para wartawab, Sabtu (8/8/2026).
Ia menegaskan, penempatan kader dalam struktur organisasi akan dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan domisili masing-masing kader berdasarkan Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Kebijakan tersebut dinilai penting agar setiap kader dapat bekerja lebih maksimal di wilayah tempat tinggalnya sekaligus mempermudah koordinasi antara pengurus dengan masyarakat.
“Kalau KTP-nya Banjarmasin Tengah, maka kepengurusannya di Banjarmasin Tengah. Begitu juga dengan wilayah lainnya,” jelasnya.
Dedde menambahkan, pembenahan struktur tersebut ditargetkan dapat dituntaskan dalam waktu satu hingga dua bulan. Setelah struktur terbentuk secara lebih solid, seluruh jajaran pengurus diharapkan langsung bergerak menjalankan agenda organisasi dan memperkuat keberadaan PKB di tengah masyarakat.
Konsolidasi ini menjadi bagian penting dari upaya PKB Kalsel memperkuat mesin politiknya dari tingkat provinsi hingga ke lapisan paling bawah. Tidak hanya memastikan kepengurusan terbentuk secara administratif, tetapi juga mendorong agar setiap kader memiliki peran dan tanggung jawab yang jelas.
“Targetnya satu sampai dua bulan seluruh proses pembenahan dan penguatan struktur bisa selesai. Setelah itu jajaran kepengurusan bisa langsung bekerja maksimal,” katanya.
Di sisi lain, PKB juga mendorong seluruh jajaran partai di daerah untuk membangun komunikasi dan sinergi dengan pemerintah daerah. Sinergi tersebut diarahkan melalui berbagai program yang berkaitan langsung dengan kepentingan dan kebutuhan masyarakat.
Langkah ini dinilai menjadi bagian dari strategi PKB untuk memastikan keberadaan partai tidak hanya terlihat ketika menghadapi momentum politik, tetapi juga hadir melalui kerja-kerja sosial dan pelayanan kepada masyarakat.
Penyerahan SK kepengurusan yang dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Lahir (Harlah) PKB ke-28 pun menjadi momentum penting untuk memulai babak baru konsolidasi organisasi PKB di Kalimantan Selatan.
Setiap DPC kini dituntut tidak sekadar menyelesaikan persoalan administrasi dan melengkapi struktur kepengurusan. Lebih dari itu, struktur yang telah terbentuk harus mampu diterjemahkan menjadi kekuatan organisasi yang aktif, solid, dan bergerak hingga tingkat ranting.
Dengan konsolidasi yang dilakukan secara berjenjang, PKB Kalsel ingin memastikan mesin partai tidak berhenti di tingkat elite kepengurusan, melainkan benar-benar hidup di tengah masyarakat.
Penguatan struktur hingga tingkat kecamatan dan ranting juga menjadi modal penting bagi PKB dalam menghadapi berbagai agenda politik serta menjalankan kerja-kerja kepartaian ke depan.
Momentum Harlah ke-28 akhirnya bukan sekadar seremoni penyerahan SK, tetapi menjadi titik awal bagi PKB Kalsel untuk merapikan barisan, memperkuat basis kader, dan memastikan seluruh struktur partai memiliki kesiapan menghadapi tantangan politik mendatang.(benk/iniberita).
