Reses DPRD di Mantuil, Warga Keluhkan LPG 3 Kg Langka dan Mahal, Nur Rahman Desak Distribusi Gas Subsidi Tepat Sasaran

oleh -753 Dilihat
Teks foto. Anggota DPRD Kota Banjarmasin Nur Rahman dari Fraksi PKS.

INIBERITA.id, BANJARMASIN – Kelangkaan dan tingginya harga gas LPG subsidi 3 kilogram, kembali menjadi keluhan utama masyarakat, saat kegiatan Reses Masa Sidang II Tahun 2026 yang dilaksanakan Reses DPRD di Mantuil, Warga Keluhkan LPG 3 Kg Langka dan Mahal, Nur Rahman Desak Distribusi Gas Subsidi Tepat Sasaran Aspirasi tersebut disampaikan warga di Jalan Tembus Mantuil RT 13 RW 01, Komplek Mangga City, Kelurahan Basirih Selatan, Kecamatan Banjarmasin Selatan.

Dalam dialog bersama warga, masyarakat mengaku kesulitan memperoleh gas LPG 3 kilogram di tingkat pengecer. Kalaupun tersedia, harga jualnya dinilai jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), sehingga semakin membebani masyarakat kecil yang memang menjadi sasaran penerima subsidi pemerintah.

Menanggapi keluhan tersebut, Nur Rahman menegaskan, bahwa gas LPG 3 kilogram merupakan barang bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Karena itu, distribusinya harus benar-benar diawasi, agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan, oleh pihak-pihak yang tidak berhak.

“Ada usulan mengenai kesulitan memperoleh gas LPG saat ini. Bahkan, beberapa masyarakat menyampaikan bahwa mereka harus membeli gas LPG 3 kilogram dengan harga yang sangat mahal, jauh di atas harga normal,” ujar Nur Rahman.Selasa (14/7/2026).

Ia berharap seluruh agen LPG yang beroperasi di Kota Banjarmasin, dapat lebih mengutamakan kepentingan masyarakat, dibanding mengejar keuntungan semata. Menurutnya, rantai distribusi dari agen hingga pangkalan harus diawasi secara ketat, agar tidak terjadi penyimpangan yang menyebabkan kelangkaan maupun lonjakan harga di lapangan.

“Kami berharap kepada agen-agen yang ada di Kota Banjarmasin agar memprioritaskan kebutuhan masyarakat yang memang berhak mendapatkan gas subsidi. Jangan sampai di bawah agen masih ada penjualan kepada pihak-pihak yang sebenarnya tidak berhak menerima LPG 3 kilogram,” tegasnya.

Nur Rahman menilai, pengawasan terhadap distribusi LPG subsidi, perlu diperkuat oleh pemerintah kota bersama instansi terkait. Dengan pengawasan yang maksimal, penyaluran gas bersubsidi diharapkan benar-benar dinikmati oleh masyarakat kecil, pelaku usaha mikro, dan kelompok penerima yang telah ditetapkan pemerintah.

Menurutnya, apabila distribusi berjalan sesuai aturan, persoalan kelangkaan maupun mahalnya harga LPG 3 kilogram dapat diminimalisir. Ia juga meminta agar pemerintah kota, segera melakukan evaluasi, terhadap sistem distribusi apabila ditemukan adanya dugaan penyelewengan di lapangan.

Seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat dalam kegiatan reses tersebut, kata Nur Rahman, akan menjadi bahan pembahasan di DPRD Kota Banjarmasin dan akan diteruskan kepada pemerintah daerah maupun instansi terkait, agar segera mendapat perhatian serta solusi yang nyata.

Ia berharap, langkah-langkah pengawasan dan penataan distribusi LPG subsidi, dapat segera dilakukan sehingga masyarakat tidak lagi kesulitan memperoleh gas melon, dengan harga yang sesuai ketentuan pemerintah.(benk/iniberita).