Tawuran Remaja Ancam Citra Kota, DPRD Banjarmasin Desak Satpol PP Perketat Patroli dan Orang Tua Tingkatkan Pengawasan

oleh -1484 Dilihat
Teks foto. Anggota DPRD Kota Banjarmasin Aliansyah dari Fraksi PKS.

INIBERITA.id, BANJARMASIN – Maraknya aksi tawuran yang melibatkan remaja di Kota Banjarmasin, mendapat sorotan serius dari Anggota DPRD Kota Banjarmasin Aliansyah. Ia menilai, meningkatnya aksi kekerasan jalanan, penggunaan senjata tajam, hingga munculnya kelompok atau geng remaja, berpotensi merusak citra Kota Seribu Sungai, sebagai daerah tujuan wisata dan pusat kegiatan ekonomi di Kalimantan Selatan.

Menurut Aliansyah, kondisi keamanan yang kondusif, merupakan salah satu faktor utama, dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Sebaliknya, jika Banjarmasin dipersepsikan sebagai kota yang rawan tindak kriminalitas dan tawuran, masyarakat dari luar daerah akan berpikir ulang untuk datang berkunjung.

“Kalau Banjarmasin aman, otomatis masyarakat dari luar daerah akan ramai datang ke kota ini. Mereka akan merasa nyaman berbelanja, berwisata, maupun menikmati suasana kota. Namun, apabila remaja-remaja kita justru sering tawuran, membawa senjata tajam, dan muncul geng-geng yang meresahkan, tentu hal itu akan membuat orang luar takut untuk datang ke Banjarmasin,” ujar Aliansyah.Rabu (24/6/2026).

Sebagai wakil rakyat, ia berharap aparat keamanan bersama Pemerintah Kota Banjarmasin, dapat meningkatkan langkah-langkah preventif, guna menekan potensi tawuran remaja. Salah satunya dengan memperbanyak patroli di kawasan yang selama ini, dianggap rawan terjadinya aksi kenakalan remaja.

Aliansyah secara khusus meminta, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Banjarmasin, agar lebih intensif melakukan patroli rutin, terutama pada malam hari dan di titik-titik yang sering menjadi lokasi berkumpulnya kelompok remaja.

“Kami berharap aparat keamanan dan Pemerintah Kota, khususnya Satpol PP, lebih rajin berkeliling dan melakukan pengawasan di titik-titik rawan. Kehadiran petugas di lapangan tentu akan memberikan efek pencegahan dan rasa aman bagi masyarakat,” katanya.

Ia juga mendukung rencana Pemerintah Kota Banjarmasin untuk menjalankan program pembinaan remaja melalui sistem barak. Menurutnya, program tersebut perlu segera direalisasikan sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam menangani persoalan kenakalan remaja yang semakin mengkhawatirkan.

“Kalau memang ada rencana program pembinaan melalui barak, kami mendukung agar segera dilaksanakan. Ini menunjukkan bahwa pemerintah memiliki perhatian dan keseriusan dalam membina generasi muda agar tidak terjerumus dalam perilaku negatif,” ujarnya.

Meski demikian, Aliansyah menegaskan, bahwa peran keluarga tetap menjadi faktor paling penting, dalam mencegah anak-anak terlibat tawuran maupun tindakan kriminal lainnya. Orang tua diminta lebih aktif mengawasi aktivitas anak, mengetahui lingkungan pergaulannya, serta memastikan keberadaan mereka saat berada di luar rumah.

“Orang tua harus memperketat pengawasan terhadap anak-anaknya. Mereka harus tahu anak berangkat dari rumah jam berapa, pulang jam berapa, bergaul dengan siapa, dan melakukan aktivitas apa. Jangan sampai anak dibiarkan tanpa kontrol. Jika diketahui membawa senjata atau berpotensi melakukan tindakan yang membahayakan, harus segera dicegah,” tegasnya.

Aliansyah berharap sinergi antara keluarga, pemerintah daerah, aparat keamanan, sekolah, dan masyarakat dapat menciptakan suasana Kota Banjarmasin yang aman, nyaman, dan ramah bagi wisatawan maupun masyarakat lokal, terutama pada momentum musim liburan yang biasanya diiringi meningkatnya kunjungan dari luar daerah.

“Harapan kita, Banjarmasin tetap menjadi kota yang aman sehingga para tamu dan wisatawan merasa nyaman datang berkunjung, menikmati kuliner, berwisata, maupun beraktivitas pada malam hari. Apalagi saat ini banyak kafe dan pusat hiburan yang buka hingga malam, sehingga keamanan kota harus benar-benar terjaga,” pungkasnya. (benk/iniberita)