Siring Opret Ambruk Sebelum Jembatan CUSA Difungsikan,Komisi III DPRD Banjarmasin Kritik Keras PUPR Progres Lamban

oleh -2158 Dilihat
Teks foto, Komisi III DPRD Banjarmasin melakukan kunjungan lapangan keproyek jembatan Cusa yang rusak parah.

INIBERITA.id, BANJARMASIN- Proyek pembangunan Jembatan Cemara Ujung Sungai Andai (CUSA) mulai  sorotan tajam, karena belum difungsikan sudah terjadi bangunan siring opret, sudah ada ambruk dan rusak parah, sehingga membuat jajaran Komisi III DPRD Kota Banjarmasin, saat melakukan kunjungan lapang keproyek tersebut, kecewa dan mempertanyakan kualitas pekerjaan yang menelan anggaran puluhan miliar rupiah tersebut.

Ketua Komisi III DPRD Banjarmasin M Ridho Akbar menilai, kerusakan yang terjadi jelas memprihatinkan. Menurutnya, banyak bagian dari pekerjaan tahap pertama yang sudah rusak, sebelum jembatan bisa digunakan masyarakat.

“Kerusakan ini akibat kondisi alam, tetapi itu justru menunjukkan lemahnya pengkajian awal. Ke depan PUPR sebagai pelaksana proyek harus benar-benar mengkaji dengan matang sebelum memulai pekerjaan,” tegas Ridho, kepada para wartawan, sangat mendapingi kunjungan lapangan tersebut. Senin (1/12/2025).

Politisi Partai Golkar ini mengungkapkan, proyek jembatan yang digadang-gadang menjadi akses penting, bagi warga Sungai Andai itu, telah menghabiskan anggaran besar, tahap pertama Rp 12 miliar, tahap kedua, Rp 10 miliar, tahap ketiga Rp 2,3 miliar dan Pekerjaan lanjutan 2026 Rp 14 miliar.

Namun, meski total anggaran sudah mencapai lebih dari Rp 38 miliar, jembatan belum dapat dinikmati masyarakat, Ridho mempertanyakan konsep pembangunan yang dilakukan, bertahap dan memakan waktu terlalu lama.

“Dengan anggaran sebesar itu, kenapa tidak membangun jembatan jeder saja. Bukan jembatan gantung seperti ini. Mobil bisa lewat, masyarakat cepat merasakan manfaatnya. Sungai Andai itu wilayah padat, sering macet, warga sudah terlalu lama menunggu,” ungkapnya.

Komisi III DPRD menambahkan, bahwa proyek ini harus menjadi evaluasi besar bagi PUPR. Warga Sungai Andai sudah lama menantikan jembatan tersebut selesai dan berfungsi penuh, sebagai penunjang akses yang lebih lancar.

“Ini jembatan yang sangat ditunggu masyarakat. Kami berharap tahun depan benar-benar rampung dan bisa digunakan. Mari kita benahi perencanaan agar tidak terjadi lagi kerusakan seperti sekarang,”tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Banjarmasin Kartika Estaurina menjelaskan, bahwa kontur rawa di kawasan Sungai Andai memang membutuhkan penanganan konstruksi khusus dan biaya yang jauh lebih besar dibandingkan lahan keras.

“Kerusakan siring opret ini di luar perhitungan. Menurut ahli, diperlukan penguatan tambahan seperti plepret atau timbunan untuk memperkokoh bagian tersebut,” jelasnya.

Kartika berdalih dan mengakui, dirinya belum memegang langsung proyek pembangunan jembatan CUSA sejak awal, sehingga beberapa keputusan teknis, tidak berada dalam kewenangannya pada tahap sebelumnya.(benk/iniberita).