Sungai Terabaikan, Warga Bergerak : Wali Kota Turun Tangan Normalisasi Sungai Saka Pangilun

oleh -2050 Dilihat
Teks foto. Wali Kota Banjarmasin, HM. Yamin HR, yang langsung mendatangi lokasi untuk memastikan proses pembersihan berjalan lancar.

INIBERITA.id, BANJARMASIN – Di tengah cuaca ekstrem dan genangan air yang belum surut, kepedulian warga Pemurus Dalam kembali diuji. Puluhan warga turun langsung bergotong royong membersihkan Sungai Saka Pangilun di RT 27, Kelurahan Pemurus Dalam, Rabu (14/1/2026), menyikapi kondisi sungai yang kian terabaikan akibat tumpukan sampah dan sedimentasi.

Aksi swadaya ini mendapat perhatian serius dari Wali Kota Banjarmasin, HM. Yamin HR, yang langsung mendatangi lokasi untuk memastikan proses pembersihan berjalan lancar. Kondisi sungai yang menyempit dan tersumbat dinilai menjadi salah satu penyebab meluapnya air, hingga memicu genangan di kawasan permukiman sekitar.

“Atas instruksi langsung, perangkat daerah bersama warga bergerak cepat melakukan pembersihan. Sungai yang tidak dirawat akan menjadi sumber masalah, terutama saat curah hujan tinggi,” tegas Yamin di sela kegiatan.

Ia menekankan bahwa budaya gotong royong harus terus dihidupkan sebagai solusi nyata menjaga lingkungan perkotaan. Menurutnya, sungai merupakan urat nadi Kota Banjarmasin yang memiliki peran vital dalam pengendalian banjir dan keberlanjutan kehidupan masyarakat.

“Kegiatan gotong royong seperti ini harus terus kita galakkan. Sungai adalah urat nadi kota. Jika dijaga bersama, manfaatnya akan dirasakan oleh seluruh masyarakat,” ujarnya.

Yamin juga menyoroti pentingnya kewaspadaan bersama, khususnya untuk mencegah genangan berulang di kawasan Mahantas. Ia meminta seluruh pemangku kepentingan bersinergi dengan warga dalam memfasilitasi gerakan swadaya sebagai langkah konkret mitigasi banjir.

“Ini menjadi perhatian kita bersama. Saya minta seluruh stakeholder dan masyarakat tetap siaga dan konsisten mendukung upaya-upaya pencegahan banjir,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, BPBD Kota Banjarmasin turut menerjunkan personel dan perahu fiber untuk menjangkau area sungai yang sulit diakses. Aksi ini juga melibatkan warga dari berbagai RT, di antaranya RT 35, 50, 38, 5, 26, 8, 43, 9, 1, 31, 32, 25, 12, 45, dan RT 24, serta relawan pemadam kebakaran setempat.

Gotong royong di Sungai Saka Pangilun menjadi potret kepedulian kolektif warga dan pemerintah di tengah ancaman banjir, sekaligus pengingat bahwa persoalan lingkungan tidak bisa ditunda dan harus ditangani bersama. (silvi/iniberita).