Produksi 27 Ribu Telur per Hari, Sentra Itik Mahang Baru HST Dilirik Pemerintah Pusat

oleh -1519 Dilihat
Teks foto. Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Dr Hanif Faisol Nurofiq bersama Bupati Hulu Sungai Tengah Samsul Rizal, Wakil Bupati Gusti Rosyadi Elmi, jajaran pemerintah daerah, serta sejumlah unsur Forkopimda.

INIBERITA.id, BARABAI – Sentra peternakan itik rakyat di Desa Mahang Baru, Kecamatan Labuan Amas Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), semakin menunjukkan perannya sebagai salah satu penopang ketahanan pangan daerah. Dengan produksi mencapai sekitar 27 ribu butir telur per hari, kawasan tersebut kini mendapat perhatian langsung dari pemerintah pusat.

Potensi besar itu membuat Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, turun langsung meninjau sentra peternakan yang dikelola Kelompok Ternak Jaya Bersama, Senin (15/6/2026).

Dalam kunjungannya, Hanif melihat aktivitas peternak yang tergabung dalam klaster tersebut. Saat ini, Kelompok Ternak Jaya Bersama beranggotakan 21 peternak dengan total populasi sekitar 36 ribu ekor itik. Dari jumlah tersebut, produksi telur rata-rata mencapai 27 ribu butir setiap hari.

Menurut Hanif, capaian tersebut menjadi modal penting dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang tidak hanya bertumpu pada komoditas padi dan jagung, tetapi juga sektor pangan hewani.

“Ketahanan pangan tentu tidak dimaknai hanya dari ketersediaan padi ataupun jagung, tetapi juga ada ketersediaan pangan hewani,” ujarnya.

Ia menegaskan, Indonesia memiliki beragam sumber protein hewani yang potensinya masih sangat besar untuk dikembangkan guna mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.

“Kita masih memiliki diversifikasi sumber-sumber hewani yang cukup melimpah, di antaranya adalah itik ini,” katanya.

Hanif menjelaskan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 2025 yang menetapkan Kalimantan Selatan sebagai salah satu kawasan strategis ketahanan pangan, energi, dan air.

Karena itu, pemerintah pusat ingin melihat secara langsung potensi-potensi pangan unggulan yang berkembang di daerah sebagai dasar penyusunan kebijakan dan program penguatan ketahanan pangan nasional.

“Kami ingin melihat langsung lokasi-lokasinya, sehingga pada saat melakukan konsolidasi di tingkat nasional, kami memiliki bukti bahwa pemerintah hadir dan siap mendukung pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 2025,” ungkapnya.

Ia juga menilai sektor peternakan itik di Hulu Sungai Tengah telah berkembang dengan baik dan layak mendapat dukungan lebih lanjut untuk meningkatkan kapasitas produksi maupun kualitas hasil ternak.

“Semuanya ternyata sudah bekerja dengan cukup baik. Pemerintah tentu akan mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas produksinya,” tambah Hanif.

Ketua Kelompok Ternak Jaya Bersama yang juga Pembakal Mahang Baru, Muhammad Ansyari, menyambut positif kunjungan tersebut. Menurutnya, perhatian pemerintah pusat menjadi motivasi tersendiri bagi para peternak untuk terus meningkatkan produktivitas.

“Alhamdulillah, kami bersyukur Pak Wamen bersedia menyempatkan waktunya di sela kesibukan beliau untuk berhadir ke klaster desa kami. Ini menjadi semangat bagi para peternak untuk terus meningkatkan produksi,” ujarnya.

Kunjungan itu turut dihadiri Bupati Hulu Sungai Tengah Samsul Rizal, Wakil Bupati Gusti Rosyadi Elmi, jajaran pemerintah daerah, serta unsur Forkopimda.

Samsul Rizal menyampaikan bahwa sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian Kabupaten Hulu Sungai Tengah dengan kontribusi sekitar 23,4 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Menurutnya, pemerintah daerah terus memperkuat sektor pertanian dan peternakan melalui pembangunan infrastruktur, bantuan sarana produksi, serta berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Ia menegaskan, peternakan itik merupakan salah satu komoditas unggulan daerah yang memiliki kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Capaian yang ditunjukkan Kelompok Ternak Jaya Bersama menjadi bukti bahwa peternakan rakyat memiliki potensi besar untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat,” pungkasnya. (s3/iniberita).