Dimuseumkan, Temuan Ketel Uap Di Langgar Al Hinduan

oleh -219 Dilihat
Foto Istimewa

INIBERITA.id, BANJARMASIN- Temuan Ketel Uap di lokasi Langgar Al Hinduan Kecamatan Banjarmasin Temgah yang merupakan benda bernilai bersejarah akan di museumkan pihak Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin.

Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina mengatakan, bahwa temuan benda tua yang tertanam di lokasi Langgar Al Hinduan itu, salah satu dokumen sejarah transportasi di Banjarmasin.

Karena, sebelumnya temuan benda berbahan besi menyimpulkan beberapa dugaan, meriam peninggalan jaman dulu atau sambungan pipa air atau bagian dari kapal uap yang ada, di kawasan Sungai Martapura.

Tetapi, berdasarkan hasil analisa tim ahli, bahwa benda itu dipastikan adalah bagian, dari kapal uap jaman dulu.

“Dipastikan oleh tim cagar budaya adalah ketel uap untuk jenis angkutan kapal sungai bermesin uap,”katanya saat ditemui, di Balai Kota, Selasa (22/8/23).

Dijelaskan Ibnu, bahwa apapun bentuk dari temuan benda tersebut, adalah sangat berharga dan luar biasa.

“Temuan luar biasa, artinya hal itu juga menjadi dokumen sejarah bahwa dulu adanya transfortasi kapal dengan berbahan dasar batu bara dapat dilihat dari endapan hitam dari pembakaran batubara di sela dinding besi tua tersebut, “jelasnya.

Dari penemuan ini ujarnya berharap, bisa menjadi dokumen sejarah tentang transportasi disepanjang alur Sungai Barito dan juga di sungai Banjarmasin.

Tak hanya itu, pihak Pemko Banjarmasin akan dibersihkan dan direncanakan juga akan dimuseumkan.

“Bisa juga nanti diletakkan di tempat penemuannya untuk dijadikan monumen, sekaligus dibuatkan jenis angkutannya seperti apa. Nanti akan jadi semacam miniatur kapal uapnya seperti apa, dan itu menjadi sarana edukasi juga bagi masyarakat yang akan datang bahwa dulu kapal-kapal ini pernah mengarungi di sepanjang sungai Banjarmasin,” ujarya.

Ditegaskannya, pada temuan penggalian lebih lanjut tetap dilakukan secara hati-hati, hal ini karena adanya informasi bahwa dikawasan itu juga ada ditemukan beberapa barang penyerta, baik dalam bentuk keramik dan temuan lain yang secara arkeologi itu memiliki nilai sejarah.

“Kami minta kepada para karyawan dan pekerja untuk berhati-hati dalam melakukan penggalian, karna sekecil apapun temuan yang memiliki nilai sejarah itu harus diamankan,” tegasnya.(silvi/iniberita).

No More Posts Available.

No more pages to load.