Dipuncak Peringatan Harjad Ke-497 Banjarmasin, Pejabat Masyarakat Mengenaikan Pakaian Sasirangan

oleh -277 Dilihat
Foto Istimewa

INIBERITA.id, BANJARAMASI-  Dipuncak peringatan Hari Jadi (Harjad) ke- 497 Kota Banjarmasin tahun 2023, mulai dari pejabat hingga lapisan masyakarat yang menghadiri mengenakan pakaian batik khas Kalimantan, yaitu pakaian sasirangan

Diantaranya, perwakilan Gubernur Kalsel, bupati/wali kota se-Kalsel, anggota DPR RI Sultan Khairun Saleh dan Syaifullah Tamliha, anggota DPD RI Gusti Farid Hasan Aman dan Habib Hamid Abdullah, serta para mantan walikota Banjarmasin sebelumnya.

Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina menyampaikan, kemajuan kota yang dipimpinnya pada puncak peringatan hari jadi (Harjad) ke-497 kota tersebut tahun 2023.

Harjad Kota Banjarmasin yang diperingati setiap tanggal 24 September 1526–2023, pada tahun ini digelar puncaknya di halaman Balaikota Banjarmasin di Jalan RE Martadinata dengan berbagai kemeriahan pada Sabtu.

H Ibnu Sina didampingi Wakilnya H Arifin Noor juga menyapa sejumlah tamu kehormatan lainnya, selain seluruh anggota DPRD kota setempat, unsur Forkopimda serta tokoh masyarakat, agama dan tokoh adat.

Menurut H Ibnu Sina, bahwa diusia kotanya yang kini sudah menginjak 497 tahun, lebih tua satu tahun dari Kota Jakarta, berbagai kemajuan telah dipersembahkan dalam kepemimpinannya dengan slogan “Banjarmasin Baiman”.

Baca Juga :   Tradisi Muharam, Warga Komplek PWI Sungai Andai Membuat Bubur Asyura

Pada periode kedua kepemimpinan bersama H Arifin Noor ini hingga 2024, dengan 20 program unggulan, saat ini sudah hampir menyelesaikan janji-janji politik dengan mengusung misi Banjarmasin Barasih wan nyaman (Baiman) dan lebih bermartabat.

Terutama, tiga program prioritas yang ingin dicapai pemerintahannya hingga 2024, yakni, pertama adalah revitalisasi sungai.

“Untuk pengembangan wisata, untuk pengembangan transportasi dan untuk pengendalian banjir,” ujar Ibnu Sina.

Ketiga sektor ini, kata dia, sudah dijalankan hingga progresnya diharapkan terus didukung semua pihak, termasuk pihak DPRD setempat, unsur Forkopimda dan masyarakat umumnya.

Karena Kota Banjarmasin mengusung misi pariwisata berbasis sungai, dengan ikonnya sungai Martapura, selain itu pengembangan transportasi yang terintegrasi darat dan sungai, yakni, adanya trans Banjarmasin yang terhubung juga dengan dermaga transportasi sungai.

“Untuk pengendalian banjir, kita terus melakukan perbaikan, pengerukan hingga pelestarian aliran sungai, karena kota ini dikenal kota seribu sungai,”katanya.

Sedangkan program prioritas kedua, jelas Ibnu Sina, adalah melahirkan wira usaha baru yang berbasis UMKM hingga kini sudah mencapai 3.900 lebih yang sudah berhasil dibina.

Baca Juga :   Tradisi Muharam, Warga Komplek PWI Sungai Andai Membuat Bubur Asyura

“Program ini disport permodalan olah Bank Kalsel lewat program Pemkot yang dinamakan Bahuma (bausaha tanpal bunga), “tambahnya.

Kemudian program prioritas terakhir, kata Ibnu Sina, adalah pelayanan publik yang cepat dan mudah dengan berbasis pada program smart city atau kota pintar.

“Alhamdulillah, indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) terus naik yang luar biasa,” kata dia.

Karena, tegas Ibnu Sina, dalam pemerintahannya mengedepankan prinsip pelayanan, kalau bisa dipercepat, kenapa harus diperlambat, kalau bisa dipermudah jangan dipersulit dan kalau bisa selesai hari ini jangan ditunda hingga besok.

“Karena tidak lagi masanya berbelit dan lama, semua harus merasa mudah dan cepat,”tegasnya.

Kemudian, lebih jauh mengungkapkan Ibnu Sina, sesuai tema Harjad ke-497 tahun 2023 ini, yakni, “Banjarmasin Baiman adalah kita” semua harus bisa merawatnya, karenanya buang semua permusuhan dan fitnah segalanya.

Dia pun menyampaikan dua pesan pejuang nasional dari Kalsel, yakni, Pangeran Antasari, pertama “Haram manyarah Waja sampai keputing, dalas balangsar dada” dengan artian perjuangan yang tidak kenal menyerahkan dengan tekad mengejar sampai akhir, sampai titik darah penghabisan.

Baca Juga :   Tradisi Muharam, Warga Komplek PWI Sungai Andai Membuat Bubur Asyura

Sedangkan yang kedua, pesan Pangeran Antasari adalah “Jangan bacakut papadaan lamun kada handak tanah banyu kita dilincai urang” dengan artian, jangan saling berselisih paham, gontok-gontokan, kalau kita tidak ingin negeri ini diinjak-injak orang asing.

“Karenanya kita syukuri semua yang sudah diberikan Allah SWT kepada kita semua ini,”katanya.

Kegiatan puncak peringatan Harjad ke-497 Kota Banjarmasin tersebut, ditampilkan berbagai seni budaya Banjar hingga kuliner khas daerah yang bisa disantap gratis oleh warga.(silvi/iniberita).

No More Posts Available.

No more pages to load.