Jelang Liga 1, PS Barito Putera Gelar Perkenalan Pemain- Pemain Baru

oleh -40 Dilihat
Foto. CEO Barito Putera H Hasnuryadi Sulaiman mohon doanya kepada warga Kalsel, agar skuad laskar Antasari bisa membawa nama harum banua dikancah sepakbola nasional.

INIBERITA. id, BANJARMASIN – Menjelang musim kompetisi Liga 1 2022-2023, PS Barito Putera menggelar perkenalan, para pemain-pemain baru yang direkrut pihak manajemen, sekaligus melaksanakan halal bihalal.

Menurut, Dendi Agustan Maulana yang direkrut, manajemen PS Barito Putera, dari tim berjuluk Super Elang Jawa tersebut, pada kompetesi tahun ini, mereka memperkuat skuad Laskar Antasari, di musim kompetisi 2022-2023 mendatang.

PS Barito Putera yang kental sebagai tim religius ini, nampaknya sudah dirasakan oleh Dendi, saat disesi perkenalan pemain yang dilakukan, di kediaman pendiri PS Barito Putera, almarhum H Abdussamad Sulaiman HB dan almarhumah Hj Nurhayati, di Jalan Kampung Melayu Darat.

“Dari sekian banyak tim yang berada di Liga 1, PS Barito Putera salah satu merupakan tim sangat religius dan ini sama dengan tempat tinggalnya di Pekalongan disebut Simtuduror, dimana setiap malam Jumat ada pengajian,” ujarnya. Sabtu (14/5/22).

Ditegaskannya, dengan kereligiusannya inilah, salah satu ketertarikan dirinya untu memperkuat skuad, PS Barito Putera, pemain kelahiran Serang Banten yang berusia 26 tahun tersebut.

Baca Juga :   Personel KP XIII-1008 Ditpolairud Polda Kalsel Imbau Jaga Sitkamtibmas Lingkungan

“Hal ini merupakan yang positif buat saya dan saya kesini (PS Barito Putera) karena satu-satunya tim yang saya kenal dengan ke religiusannya ini,”tegasnya.

Lebih jauh dijelaskan Dendi Agustan Maulana, bahwa posisinya sebagai bek kanan nantinya, tetapi akan bersaing dengan sejumlah pemain ternama lainnya, seperti Bagas Kaffa dan Nazar Nurzaidin.

Hal tersebut menurutnya, sudah menjadi keputusan pelatih. Untuk itu dirinya akan menyerahkan sepenuhnya kepada pelatih, karena tujuan utamanya, dirinya bisa membawa PS Barito Putera, menjadi juara kasta tertinggi kompetisi sepak bola di Indonesia ini.

“Persaingan itu saya serahkan ke pelatih dan pelatih yang menilainya, karena keputusan pelatih adalah yang terbaik untuk tim, intinya kemenangan yang utara dibandingkan persaingan,” jelasnya. (ridho/iniberita).