Lewat SOSREV di Tapin, Desy Oktavia Sari Tanamkan Nilai Pancasila dan Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Wadai Ipau

oleh -1332 Dilihat
Foto Istimewa

INIBERITA.id, TAPIN – Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Desy Oktavia Sari, melaksanakan kegiatan Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Ideologi Pancasila (SOSREV) di Kelurahan Rangda Malingkung, Kabupaten Tapin, Senin (16/2/2026).

Kegiatan tersebut diikuti antusias warga setempat yang ingin memperdalam pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila sekaligus memperoleh keterampilan baru yang bermanfaat secara ekonomi. Dalam pemaparannya, Desy menekankan bahwa Pancasila bukan sekadar dasar negara yang dihafalkan, tetapi harus dihidupkan dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Pancasila bukan hanya teks yang dibaca saat upacara, tetapi nilai yang harus kita jalankan mulai dari lingkungan keluarga, bermasyarakat, hingga dalam aktivitas ekonomi,” ujar Desy saat menyampaikan materi sosialisasi.

Menurutnya, penguatan ideologi Pancasila penting dilakukan secara berkelanjutan, terlebih di tengah dinamika sosial dan tantangan perkembangan zaman. Ia mengajak masyarakat untuk menanamkan nilai gotong royong, toleransi, serta keadilan sosial dalam setiap aspek kehidupan.

Sebagai bagian dari rangkaian SOSREV, Desy juga menggelar kelas memasak kue khas Banjar, Wadai Ipau. Pemilihan Wadai Ipau dinilai tepat karena selain menjadi bagian dari kekayaan kuliner lokal, juga memiliki peluang pasar yang menjanjikan, khususnya menjelang bulan Ramadan ketika permintaan kue tradisional meningkat.

Kegiatan praktik memasak tersebut disambut antusias para peserta, mayoritas ibu-ibu rumah tangga. Mereka tidak hanya belajar teknik pembuatan, tetapi juga mendapatkan pemahaman tentang potensi usaha rumahan berbasis kuliner tradisional.

Desy berharap, melalui kegiatan ini masyarakat tidak hanya memahami nilai ideologi negara, tetapi juga mampu menerjemahkannya dalam bentuk kemandirian ekonomi keluarga. Ia menegaskan bahwa peningkatan keterampilan masyarakat merupakan salah satu wujud nyata implementasi sila kelima Pancasila, yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Ketika masyarakat memiliki keterampilan dan mampu mandiri secara ekonomi, maka kesejahteraan keluarga akan meningkat. Inilah bentuk konkret pengamalan sila kelima Pancasila,” tutupnya.(sop/iniberita).