Pegadaian Peduli Turun Tangan, Siswa SDN Kuin Cerucuk 1 Sumringah Terima Perlengkapan Sekolah

oleh -1317 Dilihat
Teks foto. Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, Kadisdik dan pejabat PT Pegadaian saat foto bersama dengan par siswa SD.

INIBERITA.id, BANJARMASIN – Suasana penuh keceriaan dan antusiasme tampak di SDN Kuin Cerucuk 1 Banjarmasin saat para siswa menerima bingkisan perlengkapan sekolah dari Program Pegadaian Peduli melalui Gold Generation, Selasa (12/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata kolaborasi antara dunia usaha dan Pemerintah Kota Banjarmasin dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui penyaluran bantuan Corporate Social Responsibility (CSR).

Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR mengapresiasi langkah PT Pegadaian yang dinilai mampu menjadi contoh bagi perusahaan lain untuk ikut berkontribusi terhadap dunia pendidikan di Kota Seribu Sungai.

Menurut Yamin, kepedulian dunia usaha terhadap pendidikan memiliki dampak besar dalam membangun generasi masa depan yang berkualitas.

“Kalau kepedulian seperti ini terus bergerak bersama, maka sekolah bukan hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga tempat membentuk generasi yang siap menghadapi masa depan dan mampu membawa perubahan bagi Kota Banjarmasin,” ujarnya saat diwawancarai.

Ia menegaskan, bantuan perlengkapan sekolah tersebut bukan sekadar bantuan materi semata, melainkan juga suntikan semangat dan motivasi bagi para siswa agar lebih giat belajar.

“Bantuan perlengkapan sekolah yang diberikan hari ini sangat bermanfaat bagi siswa dan memang menjadi kebutuhan mereka,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Ryan Utama menjelaskan, SDN Kuin Cerucuk 1 dipilih sebagai penerima bantuan karena pada tahun anggaran 2026 sekolah tersebut belum mendapatkan alokasi bantuan sarana pendidikan melalui APBD.

Menurut Ryan, kehadiran program CSR menjadi solusi alternatif untuk membantu sekolah-sekolah yang masih membutuhkan perhatian, khususnya dalam pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan.

“Melalui CSR ini, sekolah yang belum mendapat bantuan APBD tetap bisa terbantu. Bahkan sudah ada komunikasi lanjutan terkait kemungkinan dukungan untuk rehabilitasi bangunan sekolah,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pihaknya akan terus memperluas komunikasi dan sinergi dengan perusahaan maupun BUMN agar bantuan CSR tidak hanya menyasar perlengkapan belajar, tetapi juga mendukung perbaikan fisik sekolah yang kondisinya memerlukan perhatian.

“Minimal ada bantuan pengecatan atau pembenahan ringan kepada sekolah-sekolah yang belum masuk program rehabilitasi APBD,” pungkasnya.(sisvi/iniberita).