Inflasi Banjarmasin Tembus 3,62 Persen, Pemko Gencarkan Pasar Murah hingga Bagikan Bibit Cabai

oleh -1299 Dilihat
Teks foto. Wali Kota HM Yamin HR saat foto bersama dengan Pejabat TNI dan Pemko Banjarmasin.

INIBERITA.id, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin kembali menggelar Bazar Pasar Murah sebagai langkah konkret menekan dampak kenaikan harga bahan pokok yang mulai membebani masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung di Halaman Kebun Binatang Mini Jahri Saleh, Rabu (13/5/2026).

Pasar murah ini menjadi salah satu strategi Pemko Banjarmasin dalam menjaga stabilitas harga dan mempertahankan daya beli warga di tengah tren kenaikan sejumlah komoditas penting seperti cabai, beras, minyak goreng, dan gula pasir.

Wali Kota Banjarmasin HM Yamin HR mengatakan, program pasar murah sengaja diperluas hingga menjangkau lima kecamatan dan 52 kelurahan dengan menggandeng Perum Bulog.

Menurutnya, pengendalian inflasi tidak cukup hanya dilakukan melalui rapat koordinasi dan laporan statistik, tetapi harus diwujudkan lewat intervensi nyata yang langsung dirasakan masyarakat.

Terlebih, tingkat inflasi Kota Banjarmasin pada April 2026 tercatat mencapai 3,62 persen, sehingga pemerintah dinilai perlu bergerak cepat mengantisipasi lonjakan harga menjelang hari besar keagamaan.

“Menjelang hari besar keagamaan biasanya harga bahan pokok mulai naik, dan masyarakat kecil menjadi kelompok yang paling merasakan dampaknya. Karena itu pemerintah harus hadir melalui pasar murah bersubsidi agar kebutuhan pokok tetap bisa dijangkau masyarakat,” ujar Yamin.

Ia menegaskan, pasar murah bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya menjaga kestabilan ekonomi daerah sekaligus mengurangi beban pengeluaran warga.

Selain menyediakan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah, Pemko Banjarmasin juga menyiapkan langkah jangka panjang untuk mengantisipasi gejolak harga pangan, khususnya cabai yang kerap mengalami kenaikan signifikan.

Yamin mengungkapkan, pemerintah berencana membagikan bibit cabai kepada masyarakat agar warga dapat menanam sendiri di pekarangan rumah masing-masing.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya menerima bantuan sesaat, tetapi juga memiliki solusi jangka panjang. Cabai ini sering mengalami lonjakan harga, sehingga nantinya akan kami bagikan bibit cabai agar masyarakat bisa menanam sendiri di rumah,” ungkapnya.

Program tersebut diharapkan mampu membantu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap harga pasar sekaligus mendorong ketahanan pangan rumah tangga di Kota Banjarmasin. (silvi/iniberita)