INIBERITA.id, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) menggelar Sosialisasi Pemuda Pelopor 2026 di Aula Kayuh Baimbai, Balai Kota Banjarmasin, Senin (27/4/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis pemerintah kota dalam mendorong peran aktif generasi muda sebagai motor penggerak pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Wali Kota Banjarmasin H M Yamin HR menegaskan, bahwa pengembangan sumber daya manusia (SDM), khususnya di kalangan pemuda, merupakan kunci utama dalam memastikan keberlanjutan pembangunan kota.
“Kita ingin pemuda pelopor mampu menggalang aksi dan memberikan kontribusi nyata sebagai agen perubahan yang kreatif, inovatif, dan solutif,” tegas Yamin.
Ia juga berharap para pemuda dapat terus menjalin kolaborasi dengan pemerintah kota, sehingga tercipta ekosistem kepemudaan yang aktif, produktif, serta memiliki visi yang sejalan dalam membangun Banjarmasin.
Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Pemuda Pelopor (FKPP) Banjarmasin, Zen Riko Maulana, menyebut ajang Pemuda Pelopor sebagai peluang emas bagi generasi muda untuk menghadirkan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi kota.
“Kita ingin pemuda menjadi kunci dalam mewujudkan kota yang lebih maju. Mari perkuat kolaborasi, tumbuhkan semangat kepeloporan, dan lahirkan ide-ide segar yang berdampak positif bagi masyarakat Kota Seribu Sungai,” ujarnya.
Kepala Disbudporapar Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil, menambahkan bahwa kegiatan tahun ini ditargetkan diikuti oleh sekitar 100 peserta dari kalangan usia produktif.
“Pemerintah kota berkomitmen penuh mendukung inisiatif pemuda. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat menjaring sebanyak mungkin inovasi kreatif yang sejalan dengan visi Banjarmasin sebagai kota yang bersih, sehat, dan sejahtera,” katanya.
Di tengah antusiasme kegiatan, salah satu peserta di bidang pengelolaan sumber daya alam, lingkungan, dan pariwisata, Adimasa Maulana, turut menyampaikan gagasannya terkait pengelolaan sampah sejak dini.
Ia berencana menggalakkan kebiasaan memilah sampah mulai dari lingkungan sekolah, agar menjadi budaya yang tertanam hingga dewasa.
“Saya melihat Banjarmasin masih menghadapi persoalan sampah. Karena itu, perlu ada terobosan seperti penyediaan keranjang pilah sampah yang bisa dimanfaatkan oleh kalangan pelajar dan pemuda,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi pemuda pelopor yang tidak hanya inovatif, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata dalam menjawab berbagai persoalan kota. (silvi/iniberita)





