Pencurian Meteran PDAM Diduga Terorganisir, Lima Meteran Air Ruko Termasuk Milik Legislator Raib

oleh -1625 Dilihat
Teks foto. Lokasi meteran dicuri maling Jalan sultan adam pertokoan ruko 12 Banjarmasin utara.

INIBERITA.id, BANJARMASIN- Kasus pencurian meteran air kembali menghantam Kota Banjarmasin dan kali ini memicu perhatian besar, setelah lima unit meteran PDAM, termasuk di ruko milik anggota DPRD Kota Banjarmasin Edy Junaidi, raib  dicuri yang terjadi di kawasan strategis Jalan Sultan Adam, Pertokoan Ruko 12 Banjarmasin Utara tersebut, notabenenya merupakan wilayah padat dan ramai aktivitas.

Pencurian terjadi diduga pada malam hari, ketika lokasi dalam kondisi sepi, para pelaku diduga memanfaatkan, celah minimnya pengawasan di area pertokoan tersebut.

“Ini bukan pencurian acak, lima meteran hilang sekaligus, artinya mereka tahu lokasi, tahu posisi meteran dan tahu bagaimana melepaskannya dengan cepat,ini sudah jelas ada penadahnya,” kata Edy Junaidi dengan nada geram, kepada wartawan, disela-sela menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Banjarmasin. Rabu (26/11/2025).

Politisi Partai Demokrat ini menegaskan, dirinya  menilai pencurian meteran air, bukan sekadar kenakalan remaja atau aksi spontan. Ia menduga kuat bahwa pencurian tersebut, telah menjadi komoditas bagi pelaku kejahatan yang memiliki jejaring penadah, mengingat meteran air memiliki nilai jual dari sisi logam dan komponennya.

“Tidak mungkin pencuri mencuri tanpa tahu hendak dijual ke mana. Jadi jaringan ini harus dibongkar. Kalau tidak, kasusnya akan terus berulang, dan masyarakat yang jadi korban,” tegasnya.

Anggota komisi I DPRD Banjarmasin menambahka, dia memastikan laporan resmi telah disampaikan ke Polsek Banjarmasin Utara dan juga ke Perumda Air Minum Bandarmasih (PDAM), atas kehilangan meteran air PDAM tersebut.

“Saya berharap pihak kepolisian cepat mengungkapkan, selain itu pihak PDAM juga harus turun tangan, dengan langkah teknis dan pengamanan, bukan hanya mengganti meteran yang hilang,”tambahnya.

Salah seorang warga Banjarmasin Masran mengungkapkan, pencurian meteran air, sebenarnya  telah terjadi berulang kali di berbagai titik di Banjarmasin dan Banjarbaru, tetapi belum ada tindakan signifikan yang membuat pelaku jera atau mengungkap jaringan di balik aksi tersebut.

Namun kehilangan meteran air di rumah maupun di tempat usaha mereka, tetapi belum ada pengungkapan kasus yang berhasil menyeret pelaku maupun penadah ke meja hukum.

Hal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai efektivitas pengawasan dan penindakan atas maraknya pencurian komponen milik PDAM tersebut.

“Kalau yang hilang ini milik masyarakat biasa, mungkin tidak banyak yang bersuara, tapi sekarang meteran milik anggota dewan saja bisa dicuri. Artinya pelaku sudah sangat yakin bahwa mereka aman dan tidak diawasi,”ungkapnya.(benk/iniberita).