PKL di Pasar Wadai Ditertibkan, Gusti Yuli Rahman: Tegas Boleh, Tapi Jangan Hilangkan Kemanusiaan

oleh -1467 Dilihat
Teks foto.Anggota DPRD Kota Banjarmasin, Gusti Yuli Rahman dari Fraksi Partai Demokrat

INIBERITA.id, BANJARMASIN – Anggota DPRD Kota Banjarmasin, Gusti Yuli Rahman, menyatakan dukungannya terhadap langkah Satuan Polisi Pamong Praja Kota Banjarmasin dalam melakukan penertiban pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Festival Pasar Wadai Ramadan yang berlokasi di Siring Nol Kilometer Banjarmasin.

Menurutnya, penertiban tersebut penting dilakukan guna menjaga ketertiban, kebersihan, dan kenyamanan kawasan yang menjadi salah satu pusat keramaian masyarakat selama bulan suci Ramadan. Ia menilai, tanpa pengaturan yang jelas, keberadaan PKL yang tidak tertata berpotensi menimbulkan kesan kumuh dan semrawut di area strategis tersebut.

“Penertiban itu perlu agar kawasan Siring Nol Kilometer tetap tertata dan tidak terkesan kumuh. Apalagi ini wajah kota yang setiap hari ramai dikunjungi masyarakat,” ujarnya.

Meski demikian, Gusti Yuli Rahman kader Partai Demokrat ini menegaskan bahwa langkah penertiban harus tetap mengedepankan pendekatan persuasif dan sisi kemanusiaan. Ia mengingatkan agar para PKL tidak serta-merta digusur tanpa solusi yang jelas.

“Boleh ditertibkan, tetapi jangan hilangkan sikap kemanusiaan. Mereka juga mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya. Lapak mereka memang sederhana, tetapi di situlah harapan ekonomi mereka bergantung,” tegasnya.

Ia mendorong agar dalam setiap tindakan penertiban, pemerintah kota melalui Satpol PP tetap menyediakan ruang atau lokasi alternatif bagi para PKL untuk berjualan. Dengan demikian, ketertiban kota tetap terjaga, namun roda perekonomian masyarakat kecil juga tetap berjalan.

Menurutnya, Festival Pasar Wadai Ramadan seharusnya menjadi momentum pemberdayaan ekonomi rakyat, bukan justru menyingkirkan pelaku usaha kecil. Karena itu, penataan yang terencana dan berkelanjutan sangat dibutuhkan agar ke depan tersedia lokasi khusus yang representatif bagi PKL.

“Ke depan harus ada solusi permanen. Pemerintah perlu menyiapkan tempat yang layak dan tertata bagi PKL, sehingga mereka tetap bisa berusaha tanpa mengganggu ketertiban dan estetika kota,” pungkasnya.

Diketahui, kawasan Siring Nol Kilometer setiap Ramadan menjadi salah satu titik keramaian utama di Kota Banjarmasin, khususnya dalam pelaksanaan Festival Pasar Wadai yang selalu dipadati warga untuk berburu takjil dan kuliner khas Banjar.

Penataan yang seimbang antara ketertiban dan keberpihakan terhadap pelaku usaha kecil dinilai menjadi kunci agar kegiatan tahunan ini tetap berjalan tertib dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.(benk/iniberita).