Pokir Dewan Banyak Tak Terealisasi Pihak Pemko Banjarmasin

oleh -20 Dilihat
Foto.Anggota DPRD Kota Banjarmasin saat menggelar reses sama warga Kelurahan Belitung Utara di Aula Kantor Kecamatan Banjarmasin Utara.

INIBERITA.id, BANJARMASIN– Beberapa aspirasi yang diusulkan dari warga saat menggelar reses, seperti aspirasi warga Kelurahan Belitung Utara, Kecamatan Banjarmasin masuk ke dalam program, Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD Kota Banjarmasin.

Seperti usulan peningkatkan infrastruktur lingkungan, jalan titian, perbaikan drainase sampai masalah bantuan warga tak mampu, termasuk pemberian pelayanan publik.

Menurut Saut Nathan Samosir, anggota DPRD Kota Banjarmasin Dapil Banjarmasin Barat ini, dari beberapa usulan yang masuk kedalam pokir dewan, ternyata banyak tak terealisasi, sehingga terjadinya penumpukan usulan.

Pihaknya, tidak mengerti atau disengaja tidak dilaksanakan, pihak Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin, atau sebaliknya tak serius merealisasikan pokir dewan tersebut.

“Salah satunya Pokir miliknya, banyak tak terealisasikan oleh Pemko Banjarmasin,”ungkap Saut kepada media. Jumat (14/10/22), usai menggelar reses di Aula Kecamatan Banjarmasin Barat.
Ditegaskannya, program pokir tersebut, sebenarnya sudah masuk dalam APBD Murni, Namun, pelaksanaannya banyak anggarnya, pada APBD Perubahan.

Ada 18 Pokir miliknya, tetapi baru 3 usulan yang dilaksanakan, sisanya di APBD Perubahan ini, sehingga dirinya tak yakin Pokirnya dikerjakan diakhir 2022.

Baca Juga :   PWI Kalsel-Teng Sepakat Juara III Bersama Cabor Esport Ganda

“Dengan sisa waktu sekitar dua bulan ini, saya tidak yakin dilaksanakan pokir miliknya tersebut,”tegasnya.

Senada, dengan Politisi PPP Arupah Arif mengungkapkan, dari semua pokir miliknya, hanya enam titik yang terlaksana di tahun ini, disisanya kemungkinan besar pada APBD 2023.

Padahal, pokir DPRD Kota Banjarmasin itu, sebenarnya dimasukkan dalam anggaran APBD murni, sehingga usul-usulan warga saat reses itu, bisa segera direalisasikan.

“Karena tidak terlaksana, tentunya kembali dikeluhkan warga, sehingg muncul penilaian negatif, bahkan dewan tidak memperjuangkan aspirasi rakyat, sehingga akhirnya marwah dewan sebagai wakil rakyat hilang,”ungkapnya.(benk/iniberita)

No More Posts Available.

No more pages to load.