Puluhan Sekolah Terendam Banjir, Disdikbud Kalsel Tetapkan Perbaikan Jadi Prioritas 2026

oleh -1458 Dilihat
Foto Istimewa

INIBERITA.id, BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel melakukan identifikasi menyeluruh terhadap sekolah-sekolah yang terdampak banjir di berbagai wilayah. Pendataan mencakup jenjang SMA, SMK, dan SLB, baik negeri maupun swasta.

Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narindra, mengungkapkan bahwa hingga saat ini tercatat sekitar 20 sekolah negeri terdampak banjir. Sementara itu, data sekolah swasta masih terus dihimpun.

“Kami tengah mengidentifikasi sekolah SMA, SMK, dan SLB se-Kalimantan Selatan yang terdampak banjir. Dari hasil sementara, ada sekitar 20 sekolah negeri, sedangkan sekolah swasta masih dalam proses pendataan,” ujar Tantri, Jumat (9/1/2026).

Ia menegaskan, banjir berdampak signifikan terhadap kelangsungan proses belajar mengajar. Salah satu lokasi yang terdampak parah adalah SMAN 3 Martapura. Saat dikunjungi Disdikbud Kalsel pada Kamis (8/1/2026), akses menuju sekolah tersebut terendam banjir hingga setinggi paha orang dewasa.

“Kondisi ini jelas mengganggu aktivitas belajar. Di SMAN 3 Martapura, akses masuk sekolah hampir sepaha. Namun kami telah melakukan langkah antisipasi melalui rekayasa konstruksi dan pengamanan sarana, sehingga meja dan kursi berhasil diamankan dari kerusakan,” jelasnya.

Tantri menegaskan, perbaikan sekolah-sekolah terdampak banjir akan menjadi prioritas utama Disdikbud Kalsel pada tahun anggaran 2026. Saat ini, pihaknya masih melakukan perhitungan tingkat kerusakan serta kebutuhan anggaran yang diperlukan.

“Perbaikan sekolah terdampak banjir menjadi fokus kami di 2026. Saat ini kami sedang menghitung tingkat kerusakan dan menyiapkan skema alokasi anggarannya,” tegasnya.

Berdasarkan data Disdikbud Kalsel, sekolah terdampak banjir tersebar di sejumlah daerah, antara lain Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kabupaten Banjar, Kota Banjarmasin, Kabupaten Barito Kuala, dan Kabupaten Tanah Laut.

Dampaknya bervariasi, mulai dari genangan di halaman sekolah hingga air yang masuk ke ruang kelas dan ruang praktik.

Beberapa sekolah yang terdampak di antaranya SLB Negeri 1 Amuntai, SMAN 3 Martapura, SMAN 1 Mataraman, SMAN 1 Aluh-Aluh, SMAN 1 Beruntung Baru, SMAN 1 Gambut, SMK Sungai Tabuk, SMK Kertak Hanyar, SMK NU Ma’arif, SMAN 13 Banjarmasin, SMAN 1 Jejangkit, SMAN 1 Mandastana, serta SMK Harapan Bangsa.

Sementara itu, Disdikbud Kalsel memastikan tidak ada sekolah terdampak banjir di Kabupaten Tabalong, Balangan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Tapin, Tanah Bumbu, Kotabaru, dan Kota Banjarbaru.

Selama masa banjir, Disdikbud Kalsel tetap menjamin keberlangsungan pendidikan dengan menerapkan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring. Kebijakan ini diambil mengingat banyak rumah siswa juga terendam banjir, sehingga menyulitkan mereka mengikuti pembelajaran tatap muka.

“Kami tidak ingin anak-anak kehilangan hak belajar di tengah bencana. Karena itu, PJJ kami terapkan, disertai relaksasi bagi sekolah, guru, dan peserta didik, termasuk dalam hal absensi,” pungkas Tantri. (adv/iniberita)