Antisipasi Musim Kemarau, Petani di Balangan Buat Pintu Air

oleh -850 Dilihat
(teks photo) Jumaidi dan istri salah satu petani di areal persawahan Baruh Ulin Kelurahan Paringin Kota, Kecamatan Paringin, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, Selasa (20/2/2024).

INIBERITA.Id, BALANGAN – Sejumlah petani di Baruh Ulin Kelurahan Paringin Kota, Kecamatan Paringin, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan membuat pintu air  sederhana dari kayu dan terpal agar saat musim kering  air masih tersedia.

“Kami terpaksa membuat pintu air sederhana ini agar saluran air masih terisi, itupun juga masih bocor pada bagian bawahnya,” kata salah satu petani setempat Jumaidi di Balangan, Selasa.

Jumaidi menuturkan,  pihaknya sangat berharap nantinya dapat dibuatkan saluran air oleh pemerintah daerah, karena pintu air tersebut sangat dibutuhkan oleh petani setempat untuk areal persawahan dalam menyimpan air.

Jumaidi mengungkapkan kondisi saat ini padi yang baru ditanam tampak menguning karena kekurangan air, meskipun saat ini masih dalam musim hujan.

“Padi yang baru ditanam sudah terlihat kuning, jika dalam satu minggu ke depan tidak ada hujan maka akan terancam gagal tanam di sebagian lokasi ini,” ungkap Jumaidi.

Jumaidi menambahkan untuk padi yang sudah ditanam pada tahap pertama sudah mulai besar dan lebih tahan dengan lahan kering, kondisi seperti ini baru saja terjadi tahun ini karena sebelumnya terdapat saluran air yang bisa digunakan untuk mengairi lahan pertanian.

Baca Juga :   Pelaku Usaha Urus Perizinan Bisa Lewat Inovasi Lantunan Sabawa

Diketahui saat ini Jumaidi bersama istri Nur Jannah sudah melakukan tanam sebanyak 24 borongan dan masih akan melakukan tanam kembali, saat kering seperti ini tanam padi pun menjadi lebih sulit karena tanah yang kering. Karena harus menggunakan tongkat untuk melubangi tanah terlebih dahulu alias “Manugal”.

Sementara itu Kepala Bidang Ketahanan Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Balangan Rizkianor Fauzi, mengatakan saat ini masih belum ada laporan adanya lahan pertanian yang kekeringan, namun jika ada petani atau kelompok tani yang lahannya kekeringan bisa melaporkan.

“Kami dari dinas ada menyiapkan mesin air untuk mengairi lahan pertanian, lapor saja jika ada petani atau kelompok yang membutuhkan,” kata Rizki.

Rizki menambahkan bahwa tahun 2024 ini ada program pembuatan pintu air yang tersebar pada delapan kecamatan, petani bisa melakukan usulan untuk pembuatan pintu air melalui kelompok jika usulan dilakukan saat ini maka akan diupayakan dilakukan pembangunan pada anggaran perubahan atau tahun 2025 mendatang.(iwn/iniberita.)