Marbot Masjid di HST Ditemukan Tewas Mengapung, Hilang Usai Radio Azan Tak Menyala

oleh -1280 Dilihat
Teks foto (Istimewa). Marbot Masjid di HST Ditemukan Tewas Mengapung oleh Tim SAR setempat.

INIBERITA.id, BARABAI –  Duka menyelimuti warga Desa Pemangkih, Kecamatan Labuhan Amas Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST). MR (62), seorang marbot masjid yang sebelumnya dilaporkan hilang dan diduga tenggelam di sungai desa setempat, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Minggu (17/5/2026) pagi.

Korban ditemukan oleh Tim SAR gabungan setelah dua hari pencarian intensif dilakukan di sepanjang aliran Sungai Desa Pemangkih. Jenazah korban ditemukan sekitar pukul 09.40 Wita, berjarak kurang lebih 1,2 kilometer dari titik awal diduga tercebur.

MR diketahui sehari-hari bertugas sebagai marbot masjid di desa tersebut. Hilangnya korban pertama kali disadari warga pada Jumat (16/5/2026) menjelang magrib.

Kecurigaan warga muncul lantaran radio masjid yang biasa dinyalakan korban sebagai penanda persiapan azan mendadak tidak aktif. Padahal, korban dikenal selalu disiplin menjalankan tugasnya.

Warga kemudian melakukan pencarian di sekitar masjid, namun korban tak ditemukan. Tak lama berselang, sandal serta sepeda motor milik korban ditemukan berada di tepi sungai dekat lokasi masjid.

Temuan itu memunculkan dugaan kuat bahwa korban tercebur ke sungai. Kepala Desa Pemangkih kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin sekitar pukul 20.55 Wita.

Merespons laporan itu, Tim SAR dari Pos Tabalong langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan operasi pencarian bersama unsur gabungan.

Proses pencarian melibatkan personel Basarnas, TNI, Polri, BPBD, relawan, hingga warga setempat. Penyisiran dilakukan menggunakan perahu karet di sepanjang aliran sungai disertai pemantauan bawah air.

SAR Mission Coordinator (SMC) Kantor SAR Banjarmasin, I Putu Sudayana, membenarkan korban telah ditemukan pada hari kedua operasi pencarian.

“Korban berhasil ditemukan pada hari kedua operasi dalam kondisi meninggal dunia,” ujarnya.
Setelah dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Suasana haru menyelimuti proses evakuasi, mengingat korban dikenal luas sebagai sosok marbot yang rajin dan dekat dengan warga sekitar.(s3/iniberita).