INIBERITA.id, BANJARMASIN – Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Air Minum (AM) Bandarmasih yang digelar hingga Rabu petang (5/11/2025) memutuskan pemberhentian dua direksi, yakni Plt Direktur Utama merangkap Direktur Umum dan Pemasaran H Syahrani SE serta Direktur Operasional Edwarsyah ST. Pemberhentian ini menyusul pergantian sebelumnya terhadap Direktur Utama Ir HM Ahdiyat beberapa bulan lalu.
Komisaris Utama PT AM Bandarmasih, Edy Wibowo, menegaskan bahwa reshuffle manajemen ini tidak akan mengganggu pelayanan air bersih kepada pelanggan. Untuk menjaga stabilitas operasional, Sekretaris Perusahaan PT AM H Zulbadli, ditunjuk sebagai Pelaksana Harian (Plh) Direktur Utama selama masa transisi.
Menurut Edy, keputusan pemberhentian diambil setelah evaluasi mendalam terhadap kinerja direksi selama tiga triwulan terakhir. Evaluasi tersebut menunjukkan belum adanya perbaikan yang signifikan pada sejumlah persoalan krusial, terutama gangguan distribusi dan tingginya tingkat kebocoran jaringan (NRW) yang masih menjadi keluhan masyarakat.
“RUPS memutuskan penyegaran manajemen karena kinerja direksi belum maksimal dan tidak sesuai harapan pemegang saham. Ini murni langkah perusahaan untuk memastikan pelayanan air bersih kembali optimal,” tegas Edy.
Edy juga memastikan Komisaris telah mengambil alih sejumlah kendali strategis sambil menunggu proses lelang jabatan direksi baru yang dijadwalkan berlangsung awal 2026. Masa jabatan Plh diperkirakan berlangsung tiga hingga enam bulan.
“Seleksi direksi akan dilakukan secara terbuka agar mendapatkan figur kompeten yang mampu membawa Bandarmasih lebih sehat dan profesional,” tambahnya.
RUPS luar biasa ini dinilai menjadi langkah penting dalam upaya memulihkan kepercayaan pelanggan dan memperbaiki tata kelola internal perusahaan. Sementara itu, Plh Direktur Utama, Zulbadli, menyatakan siap menjaga kualitas pelayanan.
“Kami mohon doa dan dukungan masyarakat. Pelayanan tetap menjadi prioritas,” ujarnya singkat.
Di sisi lain, mantan Direktur Operasional Edwarsyah memilih tidak berkomentar banyak ketika dikonfirmasi ihwal pemberhentiannya, hanya tersenyum tanpa memberi pernyataan.
Meski terjadi pergantian direksi, kinerja perusahaan sebelumnya tercatat cukup baik. PT AM Bandarmasih memperoleh Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama 24 tahun berturut-turut serta mengalami peningkatan nilai evaluasi Kemendagri dan Kementerian PUPR pada 2024. Selain itu, tingkat NRW juga turun dari 28,7% (2023) menjadi 28,4% pada 2024.(benk/iniberita).
