Pemberhentian Dua Direksi PT AM Bandarmasih, Manuver Politik Bukan Soal Kinerja

oleh -2117 Dilihat
Teks foto. Pemerhati kota Banjarmasin Isai Panantulu SH MH.

INIBERITA.id, BANJARMASIN – Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Air Minum Bandarmasih yang mendadak memberhentikan dua direksi perusahaan, terus menuai kritik keras. Pemerhati kota Banjarmasin Isai Panantulu SH MH, bahkan menilai langkah tersebut, tidak memiliki dasar profesional yang kuat dan lebih menunjukkan adanya manuver politik, menjelang pemilihan Direktur Utama (Dirut) definitif perusahaan tersebut.

Menurut Isai, dua direksi yang dicopot itu, bukan figur baru di PT AM Bandarmasih. Mereka diketahui telah mengabdi puluhan tahun, memulai karier dari level bawah, memahami seluk-beluk operasional, serta memiliki jejak pengabdian dan prestasi yang selama ini diakui internal perusahaan.

“Kalau bicara kinerja, dua sosok ini justru punya rekam jejak panjang dan kontribusi nyata untuk kemajuan Bandarmasih. Pencopotan mereka bukan karena buruknya pekerjaan, tapi lebih karena faktor politik yang bermain di belakang layar.” tegas Isai Panantulu, kepada media iniberita.id, Jumat (7/11/2025).

Isai menilai momentum keputusan RUPS, sangat mencurigakan karena terjadi menjelang penetapan Dirut definitif. Menurutnya, langkah seperti ini sering kali terjadi, ketika ada pihak tertentu yang ingin memuluskan skenario politik internal, demi memastikan figur yang diinginkan dapat naik ke posisi puncak.

“Timing-nya sangat politis. Mengapa harus tepat sebelum pemilihan Dirut definitif? Ini manuver untuk merapikan jalur politik agar kursi puncak mudah dikendalikan oleh kelompok tertentu,” ujarnya.

Selama ini, PT AM Bandarmasih gencar menyerukan prinsip transparansi dan profesionalisme, dalam tata kelola perusahaan. Namun, menurut Isai, keputusan mendadak yang tidak disertai penjelasan terbuka, kepada publik justru memperlihatkan inkonsistensi serius.

“Ketika perusahaan berbicara soal good corporate governance, tetapi memutuskan pencopotan tanpa membuka dasar evaluasi, itu jelas bertolak belakang. Transparansi hanya jargon jika tidak dipraktikkan,” ucapnya.

Isai juga menyoroti, bagaimana rekam jejak dua direksi tersebut, seolah dihapus begitu saja tanpa pertimbangan yang layak. Menurutnya, mereka merupakan figur penting yang membawa perusahaan melewati fase transformasi dan peningkatan kinerja signifikan.

“Mereka bukan orang yang tiba-tiba muncul. Mereka tumbuh dari bawah, berjasa, dan tahu arah pengembangan perusahaan. Kalau alasan kinerja, publik berhak melihat datanya. Jangan sampai publik melihat ada agenda tersembunyi yang lebih dominan,” jelasnya.

Melihat meningkatnya sorotan publik, Isai Panantulu meminta RUPS dan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin, sebagai pemegang saham pengendali untuk segera memberikan klarifikasi, atas alasan pemberhentian tersebut. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan publik, terhadap profesionalitas PT AM Bandarmasih.

“RUPS wajib menjelaskan. Apakah ini keputusan objektif atau ada campur tangan politik? Jika alasannya profesional, buka hasil evaluasinya. Publik butuh transparansi, bukan kabut informasi,”ungkap yang juga seorang advokat tersebut.(benk/iniberita).