INIBERITA.id, BALANGAN – Memasuki awal Desember, curah hujan di Kabupaten Balangan mengalami peningkatan signifikan. Dalam sepekan terakhir, intensitas hujan yang lebih sering turun menandai dimulainya puncak musim hujan di wilayah berjuluk Bumi Sanggam tersebut.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balangan H Rahmi mengungkapkan, bahwa curah hujan di beberapa wilayah Balangan kini berada pada kisaran 100–150 milimeter per dasarian. Sementara untuk kawasan hulu dan tengah, intensitasnya mencapai 150–200 milimeter.
“Dasarian adalah periode pengukuran selama sepuluh hari, sementara satuan milimeter menunjukkan banyaknya curah hujan yang turun,” jelasnya.Kamis (4/12/2025).
Rahmi menambahkan, hujan diperkirakan turun empat hingga enam hari dalam satu pekan. Meski masih dalam kategori tinggi dan belum mencapai level ekstrem, pola hujan berulang ini tetap berpotensi menimbulkan dampak di sejumlah titik rawan.
BPBD mengingatkan adanya potensi genangan, peningkatan debit sungai, hingga longsor skala lokal terutama di kawasan perbukitan.
“Kami imbau warga selalu memantau kondisi lingkungan, terutama mereka yang tinggal di bantaran sungai dan lereng Pegunungan Meratus,” ujarnya.
Menanggapi kekhawatiran masyarakat setelah terjadi banjir bandang di Medan, Padang, dan Aceh, Rahmi menjelaskan bahwa Balangan juga memiliki potensi banjir bandang, meski cakupannya bersifat lokal. Hal ini dipengaruhi karakter wilayah perbukitan Meratus serta banyaknya sungai kecil yang cepat meluap ketika hujan turun berturut-turut.
“Risiko itu ada, khususnya di daerah hulu sungai dan lereng curam. Tidak sebesar kasus di daerah lain, tetapi tetap harus diwaspadai,” tegasnya.
BPBD telah memetakan beberapa wilayah rawan. Untuk potensi banjir bandang, kawasan yang menjadi perhatian antara lain Simpang Nadung, Kembang Kuning, dan Uyam di Kecamatan Tebing Tinggi; Marindi, Putat Basiun, dan Bihara Hilir di Awayan; sejumlah titik hulu di Halong; serta kantong-kantong sungai kecil di Batumandi.
Adapun potensi banjir besar atau banjir kiriman dari hulu diprediksi dapat melanda wilayah Paringin, Paringin Selatan, Lampihong, dan Juai.
“Mulai awal Desember hingga puncak musim hujan, daerah-daerah ini harus memperkuat kesiapsiagaan,” kata Rahmi.
BPBD juga mengimbau masyarakat untuk mengamankan barang berharga, memantau ketinggian air secara berkala, serta menghindari aktivitas di sungai, jembatan gantung, dan lokasi rawan longsor saat hujan deras. Pemerintah desa juga diminta memastikan jalur evakuasi dan titik kumpul selalu siap digunakan. (iwn/iniberita)







