PDI Perjuangan Banjarmasin Utara Gelar Lomba Adu Layang-Layang

oleh -30 Dilihat
Foto. Anggota DPRD Kota Banjarmasin H Taufik Husin saat memberikan keterangan pers lomba adu layang-layang

INIBERITA.id, BANJARMASIN – Momen peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-77 tahun 2022, seluruh masyarakat Indonesia, tentunya selalu memeriahkan hari yang bersejarah tersebut, salah satunya para kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Kecamatan Banjarmasin Utara ikut memeriahkan, dengan menggelar lomba adu layang-layang, antar Rukun Tetangga (RT) di Kelurahan Kuin Utara.

Menurut wakil ketua bidang Kehormatan Partau DPC PDI Perjuangan Kota Banjarmasin H Taufik Husin mengatakan, lomba adu laying-layang atau ‘betegangan kelayangan’ yang dilaksanakan, para kader PDI Perjuangan di Banjarmasin Utara, dalam rangka memeriahkan hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia, sekaligus mengingatkan memori dimas-masa kecil, sebagai hiburan rakyat.

Ternyata pelaksanaan lomba adu layang-layang tersebut, khususnya masyarakat warga Kuin Utara RT 11 RW01, diikuti antusias baik dikalangan muda maupun tua.

“Lomba adu layangan atau betegangan ini selain untuk memeriahkan HUT RI ke-77, juga untuk mengenang masa kecil saat bermain layangan,” ujar H Taufik Husin kepada wartawan. Rabu (17/8/22).Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Banjarmasin H Taufik, panggilnya akrabnya ini mengungkapkan, melalui lomba adu layang-layang tingkat kelurahan ini, dapat bersenambungan lebih besar lagi dan permainan tradisional ini tidak musnah ditelan waktu.

Baca Juga :   Masyarakat Dayak Dukung Syarat Tinggi Badan Calon Taruna TNI Diturunkan

Dan perlu diketahui juga, awalnya pihaknya hanya menargetkan 30 peserta, namun ternyata melebihi target yang ditentukan, artinya antusias warga ikut lomba adu laying-layang masih banyak diminat masyarakat Banjarmasin.

“Kita tidak menyangka lomba adu laying-layang banyak diminati masyarakat kita, sebab awalnya kita hanya menargetkan 30 peserta, saat pelaksanaan antusias warga yang ikut meningkat jadi 60 peserta,”ungkapnya.

Oleh sebab itu ujarnya, dengan antusias warga yang ikut lomba adu layang-latang ini, pihak merasa bahagia, saat permainan dimulai terlihat warga dari kalangan tua dan muda, berbaur bersama menyambut suka cita dalam bermain layangan.

“Hal ini sangat luar biasa peserta yang sebelumnya hanya ditargetkan 30 peserta. Ternyata saat pelaksanaanya banyak warga yang ingin ikut maka pendaftaran di buka hingga sampai 60 peserta,”ujar sekretaris komisi III DPRD Kota Banjarmasin ini.Menurut Ketua RT setempat Samsul yang turut, sebagai peserta lomba mengatakan, sangat menyambut baik digelarnya lomba tersebut, karena sangat jarang saat ini warga bermain adu layangan atau ‘betegangan’.

Baca Juga :   Masyarakat Dayak Dukung Syarat Tinggi Badan Calon Taruna TNI Diturunkan

Untuk kesulitan bermain adu layangan ini, tergantung kepada derasnya angin dan juga keseimbangan layangan itu sendiri.

“Kami berharap kegiatan ini rutin diadakan tiap tahunnya, agar tradisi betegangan tidak hilang, mudahan pemerintah Kota Banjarmasin mendukung untuk melestarikan adu layangan ini,” katanya.

Perlu diketahui, dalam teknis permainan, dua orang peserta memilih benang dan juga layangan yang sudah disediakan panitia untuk dinaikan, setelah kedua peserta menaikan layangan barulah, saling adu layangan dengan durasi waktu 5 menit.

Apabila tali kedua layangan peserta belum ada yang putus, pada waktu yang sudah ditentukan, maka peserta harus menarik tali layangannya.

Dalam kegiatan ini, panitia menyediakan hadiah uang dengan total jutaan rupiah untuk juara 1, 2, dan 3. Untuk pendaftaran peserta gratis tidak dipungut biaya. (benk/iniberita)

No More Posts Available.

No more pages to load.