Pemko Banjarmasin Hapus Tiga Potensi PAD

oleh -97 Dilihat
Teks foto. Kepala BPKPAD Kota Banjarmasin Edy Wibowo.

INIBERITA.id, BANJARMASIN- Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin sejak 2023 kemarin, menghapus tiga potensi yang ditarikan, sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk meningkatkan terhadap pembangunan.

Tiga potensi itu, Seperti uji KIR kendaraan bermotor yang ditarikan, Dinas Perhubungan, tera ulang atau tera timbangan, oleh Dinas Perdagangan dan Industri (Dirperdagin), selanjutnya retribusi menara BTS (Base Transceiver Station), oleh Dinas Kominfotik Kota Banjarmasin.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Asli Daerah (BPKPAD) Kota Banjarmasin Edy Wibowo mengungkapkan, untuk BTS potensi yamg hilang sekitar Rp1,5 dan KIR sebesar Rp 400 jutaan dan Tera Ulang sekitar Rp 600 jutaan.

“Artinya banyak potensi yang hilang, berkaitan dengan itu maka diharapkan dinas terkait bisa mencari alternatif lain agar bisa menutupi hilangnya potensi tersebut,”ungkapnya.

Seperti disperdagin ujarnya, memperluas peluang retribusi pendapatan dari pasar, sedangkan untuk Dishub juga telah menambah titik retribusi parkir baru.

“Diskominfotik Banjarmasin masih mencari potensi pajak untuk penggantinya, “ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Banjarmasin, Noorsyahdi mengatakan, dengan diberlakukannya Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2022, penarikan retribusi pengukuran timbangan atau tera ulang, dihapus atau tak ditarik lagi.

Baca Juga :   Tradisi Muharam, Warga Komplek PWI Sungai Andai Membuat Bubur Asyura

Sehingga Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin, tak dapat menarik potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor tersebut dan ratusan juta pertahun hilang.

“Undang-undangnya itu baru diberlakukan tahun ini. Makanya tidak boleh lagi ditarik retribusi tera ulang ini,”katanya.

Lebih jauh menjelaskannya, penghapusan tera ulang tersebut, membuat Pemko Banjarmasin kehilangan potensi PAD dari sektor retribusi tera ulang itu, rata-rata pertahun sekitar Rp 622 jutaan pertahunnya.

Hilangnya potensi PAD itu, Disperdagin Kota Banjarmasin akan berupaya untuk mengoptimalkan dari sektor lain dan phaknya optimis mencapai target sebesar Rp 9 miliar, pada tahun 2024.

“Akan kita coba genjot retribusi pasar seiring bergejolaknya ekonomi saat ini,”jelasnya berharap.(benk/iniberita).

No More Posts Available.

No more pages to load.