INIBERITA.id, BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mulai serius menggarap ekonomi hijau (green economy) dengan menjadikan perdagangan karbon sebagai salah satu sektor unggulan yang diproyeksikan mampu mendongkrak pendapatan daerah di masa depan.
Komitmen tersebut ditegaskan Tenaga Ahli Gubernur (TAG) Kalimantan Selatan, Sugiarto Sumas, usai mengikuti Rapat Koordinasi Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Pemanfaatan Potensi Ekonomi Karbon Daerah di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Banjarmasin, Senin (22/6/2026).
Sugiarto menilai forum tersebut sangat strategis karena membuka ruang pemahaman yang lebih luas bagi para pemangku kepentingan mengenai potensi perdagangan karbon yang diperkirakan akan menjadi salah satu sektor ekonomi paling menjanjikan dalam beberapa tahun ke depan.
“Kita sangat mengapresiasi kegiatan hari ini karena membahas perdagangan karbon yang merupakan potensi ekonomi masa depan. Seiring berkembangnya ekonomi digital, ekonomi hijau, dan wellness economy, perdagangan karbon akan menjadi sektor yang semakin penting,” ujarnya.
Menurut Sugiarto, perdagangan karbon tidak hanya berkaitan dengan upaya pengurangan emisi dan pelestarian lingkungan, tetapi juga dapat menjadi instrumen ekonomi baru yang memberikan nilai tambah bagi daerah.
Ia menambahkan, isu perdagangan karbon menjadi bagian tak terpisahkan dari pengembangan ekonomi hijau yang kini mendapat perhatian serius di tingkat nasional maupun global. Dalam forum tersebut, turut dibahas sejumlah persoalan lingkungan daerah, termasuk tantangan pengelolaan sampah yang masih dihadapi Kota Banjarmasin.
Peserta rapat juga memperoleh pemaparan dari akademisi Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Prof. Johari, terkait pemetaan potensi karbon daerah berbasis teknologi geospasial.
Menurut Sugiarto, paparan tersebut memberikan gambaran komprehensif mengenai metode identifikasi, pengukuran, hingga pemanfaatan potensi karbon yang dimiliki Kalimantan Selatan.
“Beliau memberikan gambaran bagaimana potensi karbon dapat diketahui melalui pendekatan geospasial. Ini sangat penting sebagai landasan dalam menyiapkan skema perdagangan karbon yang terukur dan berkelanjutan,” katanya.
Sugiarto menegaskan, pengembangan ekonomi karbon sejalan dengan salah satu misi Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin, yakni memperkuat ketahanan daerah terhadap dampak perubahan iklim.
Lebih jauh, ia menilai perdagangan karbon dapat menjadi alternatif sumber pendapatan daerah di tengah kecenderungan menurunnya transfer keuangan dari pemerintah pusat.
“Ketika kita berbicara karbon dan perdagangan karbon, kita juga berbicara tentang peluang ekonomi yang dapat dimanfaatkan daerah. Ini menjadi sangat penting, terutama di tengah kondisi transfer keuangan daerah yang semakin berkurang,” tegasnya.
Melalui sinergi pemerintah, akademisi, dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya, Pemprov Kalimantan Selatan berharap potensi ekonomi karbon dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendorong pembangunan berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (adv/iniberita)





