INIBERITA.id, BANJARMASIN – Terungkapnya dugaan penyimpangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tingkat nasional menuai perhatian berbagai kalangan, termasuk dari unsur legislatif daerah.
Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin Mathari, menyayangkan adanya oknum yang diduga menyalahgunakan program yang sejatinya dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan generasi penerus bangsa.
Menurut Mathari, Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program strategis yang memiliki tujuan mulia, yakni memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan gizi yang cukup guna menunjang tumbuh kembang, kesehatan, serta kualitas pendidikan mereka.
Karena itu, apabila terdapat pihak-pihak yang memanfaatkan program tersebut untuk kepentingan pribadi atau kelompok, maka tindakan tersebut sangat mencederai semangat program dan merugikan masyarakat luas.
“Program MBG ini pada dasarnya sangat baik dan sangat bermanfaat bagi anak-anak kita. Sangat disayangkan apabila ada oknum yang melakukan tindakan yang bertentangan dengan tujuan program tersebut. Harapan kita, kasus seperti ini tidak terjadi di daerah,” ujarnya.
Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera itu menegaskan bahwa program yang menyangkut kepentingan masyarakat, terlebih menyasar anak-anak sebagai generasi penerus bangsa, harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, transparansi, dan pengawasan yang ketat.
Ia menilai setiap rupiah anggaran yang dialokasikan untuk program gizi anak harus benar-benar digunakan sesuai peruntukannya. Sebab, manfaat program tersebut sangat dirasakan oleh keluarga dan peserta didik, terutama dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang.
“Yang paling kasihan adalah anak-anak kita apabila hak mereka untuk mendapatkan makanan bergizi justru berkurang atau tidak maksimal akibat ulah segelintir oknum. Karena itu pengawasan harus diperkuat, baik oleh pemerintah maupun aparat penegak hukum,” tegasnya.
Mathari juga mengajak seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program, mulai dari penyelenggara, penyedia makanan, hingga pengawas di lapangan, untuk menjaga integritas dan menjadikan kepentingan anak-anak sebagai prioritas utama.
Menurutnya, keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya diukur dari besarnya anggaran yang digelontorkan pemerintah, tetapi juga dari sejauh mana manfaatnya benar-benar diterima oleh para penerima manfaat tanpa adanya kebocoran maupun penyimpangan.
“Program ini menyangkut masa depan generasi bangsa. Jangan sampai niat baik pemerintah menjadi tercoreng karena ulah oknum yang tidak bertanggung jawab. Kita semua tentu berharap pelaksanaan MBG di daerah berjalan sesuai aturan, tepat sasaran, dan benar-benar memberikan manfaat bagi anak-anak,” pungkasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa program-program yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat harus mendapatkan pengawasan yang serius agar tujuan mulia yang diharapkan dapat terwujud secara maksimal dan berkelanjutan.(benk/iniberita).





